Sunday, February 15, 2026
30.2 C
Jayapura

Risiko Kerja Kian Kompleks, Pengelolaan K3 Harus Diperkuat

JAYAPURA-Risiko kerja saat ini tidak hanya bersumber dari bahaya konvensional tetapi juga mencakup risiko ergonomi psikososial, penggunaan teknologi canggih, serta dampak perubahan iklim dan lingkungan keria.

Bahkan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja tidak selalu terjadi di tempat keria dan seringkali sulit terdeteksi secara kasat mata. Kondisi ini menuntut pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang lebih profesional, sistematis, terinteragrasi dan berbasis pencegahan.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menjadikan K3 sebaga bagian integral dari pembangunan daerah, selaras dengan Visi Pembangunan Provinsi Papua, yaitu “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni-Papua Cerah.”

“Komitmen ini diwujudkan melalui lima misi pembangunan daerah” kata Aryoko, pada apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, di kantor gubernur, Rabu (11/2).

Baca Juga :  Masyarakat Biak Numfor Siap Menangkan BTM–CK di PSU

Aryoko mengatakan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran, kepatuhan serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem K3 yang profesional, andal dan kolaboratif.

Ia pun mengaku berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari apel K3, kegiatan promotif dan edukatif hingga pelayanan ketenagakerjaan dan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, akademisi, media dan masyarakat untuk menjadikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai bagian sehari-hari,” ujarnya.

JAYAPURA-Risiko kerja saat ini tidak hanya bersumber dari bahaya konvensional tetapi juga mencakup risiko ergonomi psikososial, penggunaan teknologi canggih, serta dampak perubahan iklim dan lingkungan keria.

Bahkan, kecelakaan dan penyakit akibat kerja tidak selalu terjadi di tempat keria dan seringkali sulit terdeteksi secara kasat mata. Kondisi ini menuntut pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang lebih profesional, sistematis, terinteragrasi dan berbasis pencegahan.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menjadikan K3 sebaga bagian integral dari pembangunan daerah, selaras dengan Visi Pembangunan Provinsi Papua, yaitu “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni-Papua Cerah.”

“Komitmen ini diwujudkan melalui lima misi pembangunan daerah” kata Aryoko, pada apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, di kantor gubernur, Rabu (11/2).

Baca Juga :  Mutasi Pejabat, Mobil Dinas Tidak Boleh Pindah

Aryoko mengatakan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran, kepatuhan serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem K3 yang profesional, andal dan kolaboratif.

Ia pun mengaku berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari apel K3, kegiatan promotif dan edukatif hingga pelayanan ketenagakerjaan dan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, akademisi, media dan masyarakat untuk menjadikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai bagian sehari-hari,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya