alexametrics
25.7 C
Jayapura
Friday, May 13, 2022

Fasilitas Megah Harus Diimbangi Pelayanan Excelent

JAYAPURA- Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM menegaskan bahwa megahnya gedung bukanlah sebuah kebanggaan, akan tetapi pelayanan yang baik kepada masyarakat itu yang harus jadi tujuan. Terutama dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan di masing-masing Puskesmas di Kota Jayapura.

  “Kita tahu bersama bahwa di Kota Jayapura sudah ada 14 Puskesmas, dan 4 puskesmas dengan bangunan megah bertingkat yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura. Ini semua dibarengi kerja keras dalam pelayanan excelent kepada masyarakat,” ujarnya saat menghadiri peresmian gedung Puskesmas Abepura, Tanah Hitam, Jumat (8/4).

  Pihaknya juga berpesan agar tenaga medis kesehatan memperhatikan beberapa fokus utama. Diantaranya, Covid-19, Kaki Gajah, Frambusia, Malaria, Kusta dan Stunting serta Gizi Ibu dan Anak. “Dalam pelayanan ibu hamil di Kota Jayapura harus juga menjadi prioritas, perhatikan gizi ibu dan anak yang nanti lahir, agar angka harapan hidup yang saat ini 80,85% bisa meningkat,” ujarnya

Baca Juga :  Wawalkot Singgung Banyak RT/RW Tak Kerja

  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan pembangunan puskesmas memakan anggaran lebih dari Rp 3 Miliar. “Sumber dananya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dari kementrian tahun 2021. Dan ini merupakan puskesmas berstandar Nasional ke-4 yang dimiliki Kota Jayapura,” ujarnya.

  Dikatakan Sri Antari, Puskesmas lainnya yang sudah berstandar nasional,  yaitu Puskesmas Imbi, Puskesmas Hebebhulu dan Puskesmas Yoka, yang dibangun menggunakan DAU tahun 2020.

  Selain itu akan ada pembagian pelayanan dengan adanya gedung baru Puskesmas Abepura baru dengan Puskesmas yang lama, yang kini berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw. “Jadi Puskesmas yang lama di Hedam, berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw, diambil dari nama tempat Puskesmas tersebut berada. Dari hasil konsultasi dengan para ondoafi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRP Setuju Regulasi Soal Cenderawasih Perlu Disiapkan

   Sri Antari menambahkan, selama ini Puskesmas Abepura di Hedam selalu melayani masyarakat sebanyak 50.000 orang. “Sedangkan standar pelayanan maksimal 10 ribu orang setiap puskesmas, sehingga kami baru bisa pecah pelayanan. Tenaga kerjanya pun kita ambil yang dari Jayapura, karena sebenarnya standar petugas puskesmas itu hanya 22 untuk 1 puskesmas. Jadi kita akan lakukan mutasi di lokasi yang kelebihan tenaga medisnya karena kita tidak punya anggaran untuk merekrut yang baru,” tandasnya. (Rhy/tri)

JAYAPURA- Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM menegaskan bahwa megahnya gedung bukanlah sebuah kebanggaan, akan tetapi pelayanan yang baik kepada masyarakat itu yang harus jadi tujuan. Terutama dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan di masing-masing Puskesmas di Kota Jayapura.

  “Kita tahu bersama bahwa di Kota Jayapura sudah ada 14 Puskesmas, dan 4 puskesmas dengan bangunan megah bertingkat yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura. Ini semua dibarengi kerja keras dalam pelayanan excelent kepada masyarakat,” ujarnya saat menghadiri peresmian gedung Puskesmas Abepura, Tanah Hitam, Jumat (8/4).

  Pihaknya juga berpesan agar tenaga medis kesehatan memperhatikan beberapa fokus utama. Diantaranya, Covid-19, Kaki Gajah, Frambusia, Malaria, Kusta dan Stunting serta Gizi Ibu dan Anak. “Dalam pelayanan ibu hamil di Kota Jayapura harus juga menjadi prioritas, perhatikan gizi ibu dan anak yang nanti lahir, agar angka harapan hidup yang saat ini 80,85% bisa meningkat,” ujarnya

Baca Juga :  Kinerja KPU Kota Harus Dievaluasi

  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan pembangunan puskesmas memakan anggaran lebih dari Rp 3 Miliar. “Sumber dananya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dari kementrian tahun 2021. Dan ini merupakan puskesmas berstandar Nasional ke-4 yang dimiliki Kota Jayapura,” ujarnya.

  Dikatakan Sri Antari, Puskesmas lainnya yang sudah berstandar nasional,  yaitu Puskesmas Imbi, Puskesmas Hebebhulu dan Puskesmas Yoka, yang dibangun menggunakan DAU tahun 2020.

  Selain itu akan ada pembagian pelayanan dengan adanya gedung baru Puskesmas Abepura baru dengan Puskesmas yang lama, yang kini berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw. “Jadi Puskesmas yang lama di Hedam, berganti nama menjadi Puskesmas Emereuw, diambil dari nama tempat Puskesmas tersebut berada. Dari hasil konsultasi dengan para ondoafi,” ujarnya.

Baca Juga :  Wenan Watori:  Baleg DPR RI Tidak Tau Malu!

   Sri Antari menambahkan, selama ini Puskesmas Abepura di Hedam selalu melayani masyarakat sebanyak 50.000 orang. “Sedangkan standar pelayanan maksimal 10 ribu orang setiap puskesmas, sehingga kami baru bisa pecah pelayanan. Tenaga kerjanya pun kita ambil yang dari Jayapura, karena sebenarnya standar petugas puskesmas itu hanya 22 untuk 1 puskesmas. Jadi kita akan lakukan mutasi di lokasi yang kelebihan tenaga medisnya karena kita tidak punya anggaran untuk merekrut yang baru,” tandasnya. (Rhy/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/