alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, May 17, 2022

Persoalan Sertifikat 155 Kepala Keluarga Mencuat

JAYAPURA-Dari safari Ramadhan hari pertama yang dilakukan Ketua DPRD  Kota Jayapura, Abisai Rollo di APO Pantai Distrik Jayapura Utara, terungkap bahwa ada persoalan sertifikat tanah dari 155 kelapa keluarga yang hingga kini belum tuntas.

  Padahal menurut salah satu tokoh masyarakat disana pihaknya sudah memiliki pelepasan, namun hingga kini terasa sulit untuk bisa memiliki sertifikat. Warga yang berjumlah sekitar 700 orang ini mengaku  belum nyaman karena belum mendapat pengakuan dari negara.

  “Ada banyak yang lebih dulu tinggal disini, saya sendiri dulunya di belakang Kantor Perhubungan dan pindah kesini (APO Pantai) sejak tahun 2001 namun sejak dulu hingga kini persoalan sertifikat tidak pernah selesai,” jelas Darwis dalam diskusi di Masjid Miftahul Jannah, Kamis (7/4).

   Lalu keberadaan ratusan warga ini kata Darwis  tak lepas dari izin yang diberikan masyarakat dari suku Kayu Pulo, namun ketika masyarakat adat sudah mengakui justru negara belum mengakui.

Baca Juga :  Kios yang Terbakar Akan Ditata Ulang dan Dibangun Kembali

  “Kami ingin ada pengakuan dari pemerintah juga biar kami tenang. Hal ini dulu – dulu sering kami sampaikan saat anggota DPR reses ke sini tapi sama saja,” bebernya.

  Terkait ini Rollo menjanjikan akan meminta BPN untuk  menuntaskan. “Nanti saya  coba komunikasikan, seharusnya kalau sudah punya pelepasan ya tinggal disusul sertifikat tapi  nanti kita cek mungkin ada persyaratan atau kendala yang harus diselesaikan dulu,” jelasnya. “Bisa jadi ada aturan yang menghambat tapi kalau tidak ada yang menghambat saya pikir harusnya dibuatkan sertifikatnya,” imbuhnya.

   Disini Abisai Rollo juga meminta agar warga  bisa menciptakan ketenangan dan kenyamana di lingkungan masing – masing. Apalagi saat ini umat Islam tengah menjalani ibadah puasa  sehingga semua harus dilewati dengan rasa dengan suka cita. “Kami juga tidak mau teman – teman yang beribadah justru tidak merasa tenang ketika beribadah,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Penuh Program Sanitasi Menuju Kota Sehat

  Lalu ada beberapa aspirasi yang disanggupi ketua DPRD untuk dibantu. “Seingat saya tahun lalu saya menyerahkan 1 hewan kurban, tapi baru kali ini saya datang dan masuk ke masjid ini. Sekali lagi itu bukan ada kepentingan, tapi kepedulian, apa yang bisa saya bagi maka itu akan saya lakukan. Soal agama itu urusan personal,  tapi ini soal toleransi dan kemanusiaan yang harus tetap dipupuk dan dijaga,” imbuhnya. (ade/tri)

JAYAPURA-Dari safari Ramadhan hari pertama yang dilakukan Ketua DPRD  Kota Jayapura, Abisai Rollo di APO Pantai Distrik Jayapura Utara, terungkap bahwa ada persoalan sertifikat tanah dari 155 kelapa keluarga yang hingga kini belum tuntas.

  Padahal menurut salah satu tokoh masyarakat disana pihaknya sudah memiliki pelepasan, namun hingga kini terasa sulit untuk bisa memiliki sertifikat. Warga yang berjumlah sekitar 700 orang ini mengaku  belum nyaman karena belum mendapat pengakuan dari negara.

  “Ada banyak yang lebih dulu tinggal disini, saya sendiri dulunya di belakang Kantor Perhubungan dan pindah kesini (APO Pantai) sejak tahun 2001 namun sejak dulu hingga kini persoalan sertifikat tidak pernah selesai,” jelas Darwis dalam diskusi di Masjid Miftahul Jannah, Kamis (7/4).

   Lalu keberadaan ratusan warga ini kata Darwis  tak lepas dari izin yang diberikan masyarakat dari suku Kayu Pulo, namun ketika masyarakat adat sudah mengakui justru negara belum mengakui.

Baca Juga :  Dukung Penuh Program Sanitasi Menuju Kota Sehat

  “Kami ingin ada pengakuan dari pemerintah juga biar kami tenang. Hal ini dulu – dulu sering kami sampaikan saat anggota DPR reses ke sini tapi sama saja,” bebernya.

  Terkait ini Rollo menjanjikan akan meminta BPN untuk  menuntaskan. “Nanti saya  coba komunikasikan, seharusnya kalau sudah punya pelepasan ya tinggal disusul sertifikat tapi  nanti kita cek mungkin ada persyaratan atau kendala yang harus diselesaikan dulu,” jelasnya. “Bisa jadi ada aturan yang menghambat tapi kalau tidak ada yang menghambat saya pikir harusnya dibuatkan sertifikatnya,” imbuhnya.

   Disini Abisai Rollo juga meminta agar warga  bisa menciptakan ketenangan dan kenyamana di lingkungan masing – masing. Apalagi saat ini umat Islam tengah menjalani ibadah puasa  sehingga semua harus dilewati dengan rasa dengan suka cita. “Kami juga tidak mau teman – teman yang beribadah justru tidak merasa tenang ketika beribadah,” tambahnya.

Baca Juga :  Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

  Lalu ada beberapa aspirasi yang disanggupi ketua DPRD untuk dibantu. “Seingat saya tahun lalu saya menyerahkan 1 hewan kurban, tapi baru kali ini saya datang dan masuk ke masjid ini. Sekali lagi itu bukan ada kepentingan, tapi kepedulian, apa yang bisa saya bagi maka itu akan saya lakukan. Soal agama itu urusan personal,  tapi ini soal toleransi dan kemanusiaan yang harus tetap dipupuk dan dijaga,” imbuhnya. (ade/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/