Saturday, March 7, 2026
27.2 C
Jayapura

Dorong Percepatan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menghadiri kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dilaksanakan secara daring (live meeting).

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di wilayah Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan dalam sistem pemerintahan modern.
Transformasi sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan daerah secara non-tunai dinilai sebagai bagian penting dari reformasi tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, digitalisasi transaksi pemerintah daerah bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan keuangan, sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Pemkot Bagikan 31 Ekor Sapi Kurban

Melalui TP2DD, pemerintah daerah terus didorong untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), baik dari sisi belanja daerah, penerimaan pajak dan retribusi, maupun integrasi sistem informasi keuangan daerah.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota di sela giat yang berlangsung di Kantor BI Papua, Kamis (5/3) sore.

Kata Abisai, sebagai ibu kota Provinsi Papua, Jayapura disebut memiliki komitmen kuat dalam mendorong perluasan kanal pembayaran digital, integrasi sistem dengan sektor perbankan, serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Digitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja fiskal daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih modern dan berdaya saing,” jelasnya.

Baca Juga :  Membobol Kios, Seorang Pemuda Dibekuk

Ia juga memaparkan sejumlah capaian penting yang telah diraih Kota Jayapura dalam bidang digitalisasi transaksi daerah. Di antaranya, Kota Jayapura berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam perluasan dan percepatan digitalisasi daerah di wilayah Nusampua pada penilaian nasional tahun 2023, serta peringkat terbaik ketiga pada tahun 2024.

“Pemkot juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank Papua untuk mengakselerasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) serta penerapan sistem pembayaran SP2D secara daring guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan anggaran daerah,” ungkapnya.

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menghadiri kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dilaksanakan secara daring (live meeting).

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di wilayah Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan dalam sistem pemerintahan modern.
Transformasi sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan daerah secara non-tunai dinilai sebagai bagian penting dari reformasi tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, digitalisasi transaksi pemerintah daerah bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengelolaan keuangan, sekaligus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Sanksi Berat Bagi yang “Bermain” Senjata dan Amunisi

Melalui TP2DD, pemerintah daerah terus didorong untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), baik dari sisi belanja daerah, penerimaan pajak dan retribusi, maupun integrasi sistem informasi keuangan daerah.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota di sela giat yang berlangsung di Kantor BI Papua, Kamis (5/3) sore.

Kata Abisai, sebagai ibu kota Provinsi Papua, Jayapura disebut memiliki komitmen kuat dalam mendorong perluasan kanal pembayaran digital, integrasi sistem dengan sektor perbankan, serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Digitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja fiskal daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih modern dan berdaya saing,” jelasnya.

Baca Juga :  Di RS Ramela, Malaria, ISPA dan TB masih Dominan

Ia juga memaparkan sejumlah capaian penting yang telah diraih Kota Jayapura dalam bidang digitalisasi transaksi daerah. Di antaranya, Kota Jayapura berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam perluasan dan percepatan digitalisasi daerah di wilayah Nusampua pada penilaian nasional tahun 2023, serta peringkat terbaik ketiga pada tahun 2024.

“Pemkot juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank Papua untuk mengakselerasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) serta penerapan sistem pembayaran SP2D secara daring guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan anggaran daerah,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya