Tuesday, January 13, 2026
28.1 C
Jayapura

Kestabilan Nilai Rupiah Diukur dari Harga Barang dan Jasa

JAYAPURA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua menggelar acara  Temu Responden dengan pihak terkait di Kantor BI, Kamis (2/11) kemarin.Kepala BI Perwakilan Papua, Juli Budi Winantya menyebut, dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  “Kestabilan nilai rupiah tersebut diukur baik terhadap harga barang/jasa atau kita kenal dengan istilah inflasi maupun dengan mata uang negara lain yang tercermin dari nilai tukar rupiah,” kata Juli.

  Juli membeberkan, saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua melakukan berbagai survei terhadap beberapa kategori responden di antaranya Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), dan Liaison kepada pelaku usaha.

Baca Juga :  Pengendalian Harga Bapok dan Pangan di Sentani Stabil 

  “Masing-masing survei tersebut nantinya akan menghasilkan berbagai indikator yang dapat digunakan untuk mendukung asesmen ekonomi yang kami lakukan. Sebagai contoh, untuk dapat menyusun proyeksi laju inflasi ke depan, kami memerlukan data dan informasi terkait perkembangan harga komoditas yang kami peroleh dari pasar tradisional,” terangnya.

  Dengan beberapa langkah strategis dan sinergi yang erat bersama stakeholders terkait seperti penyelenggaraan gerakan pangan murah, koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan kerjasama antar daerah untuk fasilitasi distribusi komoditas pangan, sehingga inflasi di wilayah Papua dapat terkendali ke dalam target yang telah ditetapkan.

   Juli menyebut, pelaksanaan Temu Responden Bank Indonesia tahun 2023 ini utamanya bertujuan sebagai bentuk apresiasi. “Kami berharap pengambilan kebijakan terkait ekonomi dan keuangan kedepannya akan semakin baik lagi. Tentunya ditunjang oleh kualitas data dan informasi yang lebih baik,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  PT BPD Papua Jalin Kerjasama dengan Provinsi Papua Tengah

JAYAPURA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua menggelar acara  Temu Responden dengan pihak terkait di Kantor BI, Kamis (2/11) kemarin.Kepala BI Perwakilan Papua, Juli Budi Winantya menyebut, dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  “Kestabilan nilai rupiah tersebut diukur baik terhadap harga barang/jasa atau kita kenal dengan istilah inflasi maupun dengan mata uang negara lain yang tercermin dari nilai tukar rupiah,” kata Juli.

  Juli membeberkan, saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua melakukan berbagai survei terhadap beberapa kategori responden di antaranya Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), dan Liaison kepada pelaku usaha.

Baca Juga :  Pelecehan Seksual di Hamadi, Polisi Periksa Enam Saksi dan Korban 

  “Masing-masing survei tersebut nantinya akan menghasilkan berbagai indikator yang dapat digunakan untuk mendukung asesmen ekonomi yang kami lakukan. Sebagai contoh, untuk dapat menyusun proyeksi laju inflasi ke depan, kami memerlukan data dan informasi terkait perkembangan harga komoditas yang kami peroleh dari pasar tradisional,” terangnya.

  Dengan beberapa langkah strategis dan sinergi yang erat bersama stakeholders terkait seperti penyelenggaraan gerakan pangan murah, koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan kerjasama antar daerah untuk fasilitasi distribusi komoditas pangan, sehingga inflasi di wilayah Papua dapat terkendali ke dalam target yang telah ditetapkan.

   Juli menyebut, pelaksanaan Temu Responden Bank Indonesia tahun 2023 ini utamanya bertujuan sebagai bentuk apresiasi. “Kami berharap pengambilan kebijakan terkait ekonomi dan keuangan kedepannya akan semakin baik lagi. Tentunya ditunjang oleh kualitas data dan informasi yang lebih baik,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Harga Beli Dinaikkan, Bulog Mulai Serap Panen Petani

Berita Terbaru

Artikel Lainnya