alexametrics
25.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Polres Siagakan 240 Personel Untuk 41 Titik

JAYAPURA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua memberi lampu hijau untuk aktifitas alat berjamaah di bulan puasa. Satu yang cukup menyedot warga nantinya adalah salat taraweh. Merespon itu, Polresta Jayapura Kota juga menyiapkan sebanyak 240 personel yang siap diturunkan untuk pengamanan salat taraweh. Personel sebanyak  240 orang ini nantinya akan mengamankan lokasi salat di 41 masjid yang tersebar di Kota Jayapura.

   Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol L. Guruh P.N, S.I.P., S.I.K mengatakan pengamanan pelaksanaan salat taraweh ini menjadi agenda tahunan di setiap bulan Ramadan dan Polresta siap memback up memberikan rasa aman dan nyaman dalam kegiatan ibadah tersebut.

  “Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk menjaga dan memelihara Kamtibmas tetap kondusif agar bisa memberikan kenyamanan kepada umat muslim yang sedang beribadah,” ujar guruh pekan kemarin.

Baca Juga :  Optimalkan Pelaksanaan Tugas yang Semakin Kompleks

   Dijelaskan pembagian tugasnya dimana setiap mesjid nantinya ada 4 hingga 12 personel yang ditempatkan. Lalu untuk banyaknya personel tergantung banyaknya jemaat masjid tersebut, sedangkan untuk masjid yang tidak terjangkau pengamanan personel akan dilakukan patroli oleh personel polsek jajaran saat pelaksanaan ibadahnya.

  “Untuk personel yang melakukan pengamanan, ada yang menggunakan metode tertutup ada juga yang terbuka atau menggunakan pakaian dinas. Seluruh personel Polresta dan Polsek jajaran semuanya kami libatkan hingga menjelang hari raya Idul Fitri mendatang,” pungkasnya.

  Lebih lanjut Kabag Ops menambahkan, selain pengamanan masjid, pihaknya juga memerintahkan anggotanya di jajaran untuk rutin lakukan patroli dialogis baik pada saat pelaksanaan salat tarawih maupun salat subuh dengan melintasi masjid-masjid yang ada di wilayah hukumnya masing-masing.

Baca Juga :  Amankan Idul Fitri, Tujuh Pos Disiapkan

“Kami berharap dari pengamanan ini masyarakat yang menjalanan ibadah bisa lebih khusyuk dan merasa nyaman dan penting untuk saling menghormati serta menjunjung nilai toleransi serta pluralisme,” tutup Kabag Ops. (ade/tri)

JAYAPURA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua memberi lampu hijau untuk aktifitas alat berjamaah di bulan puasa. Satu yang cukup menyedot warga nantinya adalah salat taraweh. Merespon itu, Polresta Jayapura Kota juga menyiapkan sebanyak 240 personel yang siap diturunkan untuk pengamanan salat taraweh. Personel sebanyak  240 orang ini nantinya akan mengamankan lokasi salat di 41 masjid yang tersebar di Kota Jayapura.

   Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol L. Guruh P.N, S.I.P., S.I.K mengatakan pengamanan pelaksanaan salat taraweh ini menjadi agenda tahunan di setiap bulan Ramadan dan Polresta siap memback up memberikan rasa aman dan nyaman dalam kegiatan ibadah tersebut.

  “Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk menjaga dan memelihara Kamtibmas tetap kondusif agar bisa memberikan kenyamanan kepada umat muslim yang sedang beribadah,” ujar guruh pekan kemarin.

Baca Juga :  Pemkot Diminta Batasi Keberadaan Alfa Midi

   Dijelaskan pembagian tugasnya dimana setiap mesjid nantinya ada 4 hingga 12 personel yang ditempatkan. Lalu untuk banyaknya personel tergantung banyaknya jemaat masjid tersebut, sedangkan untuk masjid yang tidak terjangkau pengamanan personel akan dilakukan patroli oleh personel polsek jajaran saat pelaksanaan ibadahnya.

  “Untuk personel yang melakukan pengamanan, ada yang menggunakan metode tertutup ada juga yang terbuka atau menggunakan pakaian dinas. Seluruh personel Polresta dan Polsek jajaran semuanya kami libatkan hingga menjelang hari raya Idul Fitri mendatang,” pungkasnya.

  Lebih lanjut Kabag Ops menambahkan, selain pengamanan masjid, pihaknya juga memerintahkan anggotanya di jajaran untuk rutin lakukan patroli dialogis baik pada saat pelaksanaan salat tarawih maupun salat subuh dengan melintasi masjid-masjid yang ada di wilayah hukumnya masing-masing.

Baca Juga :  Spot Wisata di Jayapura Menjamur

“Kami berharap dari pengamanan ini masyarakat yang menjalanan ibadah bisa lebih khusyuk dan merasa nyaman dan penting untuk saling menghormati serta menjunjung nilai toleransi serta pluralisme,” tutup Kabag Ops. (ade/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/