Wednesday, March 4, 2026
28.1 C
Jayapura

Intensitas Hujan Cenderung Meningkat

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyebut wilayah Papua masih dalam zona musim hujan. Khususnya Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Sementara itu, wilayah lain di Papua seperti kota Jayapura dan beberapa daerah lainnya memiliki curah hujan turun secara merata sepanjang tahun atau memiliki tipe hujan monsunal satu (1), di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

BMKG memprediksi bahwa pada, periode 02 hingga 08 maret 2026 secara umum berpotensi intensitas hujan cukup tinggi yang dipengaruhi oleh angin Monsun.

“Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat/Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung,” kata Finnyalia Napitupulu, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Senin (02/3).

Baca Juga :  Kelembagaan dan SDM Pemerintah Kampung Terus Diperkuat

Pada periode Monsun Asia saat ini jelasnya, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai).

Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyebut wilayah Papua masih dalam zona musim hujan. Khususnya Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Sementara itu, wilayah lain di Papua seperti kota Jayapura dan beberapa daerah lainnya memiliki curah hujan turun secara merata sepanjang tahun atau memiliki tipe hujan monsunal satu (1), di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.

BMKG memprediksi bahwa pada, periode 02 hingga 08 maret 2026 secara umum berpotensi intensitas hujan cukup tinggi yang dipengaruhi oleh angin Monsun.

“Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat/Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung,” kata Finnyalia Napitupulu, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Senin (02/3).

Baca Juga :  Keluarga Korban Menduga Ada Kejanggalan

Pada periode Monsun Asia saat ini jelasnya, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai).

Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya