Papua Masuk Periode Transisi Musim Penghujan

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pemanasan di permukaan yang dapat memicu pertumbuhan awan cumulonimbus (awan badai). Anomali suhu muka laut di wilayah perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif mencapai +1.0 yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah utara Provinsi Papua. Gelombang Atmosfer Ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian besar Wilayah Utara Papua antara, 4-5 Oktober 2025.

“Periode transisi musim penghujan ke musim kemarau dapat meningkatkan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Papua yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang,” kata Ezri dalam keterangan tertulisnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Covid-19 Melandai, Penumpang Kapal Tanpa Pengawasan

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pemanasan di permukaan yang dapat memicu pertumbuhan awan cumulonimbus (awan badai). Anomali suhu muka laut di wilayah perairan utara Papua berada pada nilai anomali positif mencapai +1.0 yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah utara Provinsi Papua. Gelombang Atmosfer Ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian besar Wilayah Utara Papua antara, 4-5 Oktober 2025.

“Periode transisi musim penghujan ke musim kemarau dapat meningkatkan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Papua yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang,” kata Ezri dalam keterangan tertulisnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Akper RS Marten Indey Miliki Berbagai Keunggulan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya