Setelah menempuh pelatihan intensif dan menjalani program internship di area operasi PTFI, pemuda asal Suku Amungme ini bekerja sebagai karyawan tetap di perusahan.
“Di IPN, saya tidak hanya belajar teknik, tetapi juga disiplin, keselamatan kerja, dan kerja sama tim. Program magang membuat saya merasakan langsung dunia kerja di tambang. Saya bangga bisa kembali bekerja di tanah kelahiran saya dan ikut membangun Papua lewat pekerjaan ini,” kata Isai Kum.
Lain lagi kisah dari Peserta Program Pelatihan IPN jurusan Electrician Sri Ningsih W. Watora. Perempuan Suku Kamoro ini menceritakan IPN membuka pintu baginya dan perempuan lain untuk berkarier di industri yang dulu terasa jauh.
“Sertifikasi, pengalaman praktik, dan bimbingan instruktur membuat saya percaya diri bersaing di perusahaan mana pun. Saya selalu bilang ke adik-adik di kampung, kalau mau serius, IPN adalah salah satu jalan terbaik untuk mengubah masa depan,” ujarnya.
Pada Tahun 2024, sebanyak 289 peserta terpilih mengikuti Program Pelatihan Siswa (Apprentice) setelah melalui seleksi ketat dari 4.938 pendaftar.
Sebanyak 82 orang dari Suku Amungme, 96 orang dari Suku Kamoro, dan sisanya dari 5 suku kekerabatan lainnya. Dari total jumlah peserta tahun 2024, sebanyak 70 orang adalah perempuan.
“Ini adalah komitmen IPN dalam keberpihakan kepada masyarakat asli daerah dan inklusivitas gender,” kata Nathan.
Setelah menempuh pelatihan intensif dan menjalani program internship di area operasi PTFI, pemuda asal Suku Amungme ini bekerja sebagai karyawan tetap di perusahan.
“Di IPN, saya tidak hanya belajar teknik, tetapi juga disiplin, keselamatan kerja, dan kerja sama tim. Program magang membuat saya merasakan langsung dunia kerja di tambang. Saya bangga bisa kembali bekerja di tanah kelahiran saya dan ikut membangun Papua lewat pekerjaan ini,” kata Isai Kum.
Lain lagi kisah dari Peserta Program Pelatihan IPN jurusan Electrician Sri Ningsih W. Watora. Perempuan Suku Kamoro ini menceritakan IPN membuka pintu baginya dan perempuan lain untuk berkarier di industri yang dulu terasa jauh.
“Sertifikasi, pengalaman praktik, dan bimbingan instruktur membuat saya percaya diri bersaing di perusahaan mana pun. Saya selalu bilang ke adik-adik di kampung, kalau mau serius, IPN adalah salah satu jalan terbaik untuk mengubah masa depan,” ujarnya.
Pada Tahun 2024, sebanyak 289 peserta terpilih mengikuti Program Pelatihan Siswa (Apprentice) setelah melalui seleksi ketat dari 4.938 pendaftar.
Sebanyak 82 orang dari Suku Amungme, 96 orang dari Suku Kamoro, dan sisanya dari 5 suku kekerabatan lainnya. Dari total jumlah peserta tahun 2024, sebanyak 70 orang adalah perempuan.
“Ini adalah komitmen IPN dalam keberpihakan kepada masyarakat asli daerah dan inklusivitas gender,” kata Nathan.