Friday, January 30, 2026
25.6 C
Jayapura

DPRK Mimika Pertanyakan Penyelesaian Persoalan Tapal Batas

MIMIKA – Sudah lebih dari satu bulan proses penyelesaian tapal batas antara wilayah Kabupaten Mimika dengan kabupaten tetangga berlangsung. Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau saat ditemui, Selasa (27/1) mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan kembali ke Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) di Setda Kabupaten Mimika mengenai hasil pertemuan tersebut.

“Kami mau menanyakan ke Tapem, bagaimana dengan penyelesaian tapal batas yang pernah kami duduk tangal 16 Desember 2025 di Jakarta, kelanjutannya kan waktu itu diinformasikan bahwa akghir Januari 2026. Ini yang kami mau tanyakan sudah sampai di mana,” ujar Primus.

Lanjut dikatakan, masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena mengingat kondisi masyarakat terutama di daerah yang menjadi titik konflik, yakni di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah sudah cukup menderita pasca insiden pembakaran rumah di Kampung Mogodagi dan fassilitas bandara Kapiraya pada 24 November 2025.

Baca Juga :  Tren Kasus Malaria di Kabupaten Mimika Menurun

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada 16 Desember lalu, kata Primus bukan saja tapal batas yang dibahas, namun Kementerian Dalam Negeri juga diminta untuk terjun langsung ke lapangan untuk mmelihat situasi serta menentukan kembali titik-titik yang menjadi batas wilayah kedua kabupaten.

MIMIKA – Sudah lebih dari satu bulan proses penyelesaian tapal batas antara wilayah Kabupaten Mimika dengan kabupaten tetangga berlangsung. Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau saat ditemui, Selasa (27/1) mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan kembali ke Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) di Setda Kabupaten Mimika mengenai hasil pertemuan tersebut.

“Kami mau menanyakan ke Tapem, bagaimana dengan penyelesaian tapal batas yang pernah kami duduk tangal 16 Desember 2025 di Jakarta, kelanjutannya kan waktu itu diinformasikan bahwa akghir Januari 2026. Ini yang kami mau tanyakan sudah sampai di mana,” ujar Primus.

Lanjut dikatakan, masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena mengingat kondisi masyarakat terutama di daerah yang menjadi titik konflik, yakni di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah sudah cukup menderita pasca insiden pembakaran rumah di Kampung Mogodagi dan fassilitas bandara Kapiraya pada 24 November 2025.

Baca Juga :  Penyelesaian Tapal Batas, Pemkab Mimika Tunggu Kebijakan Pemprov

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada 16 Desember lalu, kata Primus bukan saja tapal batas yang dibahas, namun Kementerian Dalam Negeri juga diminta untuk terjun langsung ke lapangan untuk mmelihat situasi serta menentukan kembali titik-titik yang menjadi batas wilayah kedua kabupaten.

Berita Terbaru

Persipura Dihantam Badai Cedera

Anggaran MRP 2026 Turun Signifikan

Direktur RSUD Abepura Siap Diaudit

Artikel Lainnya