Friday, January 16, 2026
27.5 C
Jayapura

Kolaborasi Multipihak untuk Papua Sehat, Atasi Malaria dan Cegah Stunting

  Director, Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma dalam keterangan tertulis kepada media ini mengatakan, PT Freeport Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pertambangan, salah satunya melalui kesehatan.

Melalui program kesehatan yang terpadu dan terintegrasi, serta kolaborasi multipihak ini memudahkan akses dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

  Claus menjelaskan PTFI bekerja sama dengan Pemda Mimika dan didukung PT AEA (ISOS) menjalankan program pengendalian malaria selama tiga tahun yang dimulai tahun ini.

Program terdiri dari tahap Pengendalian, tahap Pra Eliminasi dan tahap Eliminasi dengan sasaran lebih dari 30 ribu orang di 8 kampung. Antara lain kampung Koperapoka, Nawaripi, Nayaro, Tipuka, Ayuka, Omawita, Fanamo, Ohotya. “Program ini bertahap kita lakukan dengan tujuan besarnya adalah menjadikan Mimika daerah bebas malaria tersertifikasi tahun 2030,” kata Claus.

Baca Juga :  Para Pelaku Pencurian Booth Container Dipulangkan

   Kata Claus, Cegah Stunting Untuk program pencegahan stunting, PTFI menggandeng Badan Pengembangan Internasional Amerika Serikat (USAID) meluncurkan program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia for Papua (PASTI-Papua).

“Tujuan program ini meningkatkan kesejahteraan gizi anak dan menanggulangi stunting pada anak,” katanya.

  PASTI-Papua akan dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan sejumlah aksi antara lain mendorong perubahan perilaku sesuai konteks lokal; penguatan layanan kesehatan bagi ibu, anak dan remaja; peningkatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola untuk wujudkan RAN PASTI di tingkat daerah.

“Bersama-sama, kita mempersiapkan tumbuh kembang anak-anak Papua agar bisa mencapai potensi terbaik mereka.” Kolaborasi multipihak ini terdiri dari PT Freeport Indonesia, Pemda Mimika, Badan Pengembangan Internasional Amerika Serikat (USAID), PT AEA (ISOS) dan Wahana Visi Indonesia (WVI),” pungkas Claus. (mww)

Baca Juga :  Pemadaman Listrik di Mimika Karena Faktor Cuaca Ekstrem

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

  Director, Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma dalam keterangan tertulis kepada media ini mengatakan, PT Freeport Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pertambangan, salah satunya melalui kesehatan.

Melalui program kesehatan yang terpadu dan terintegrasi, serta kolaborasi multipihak ini memudahkan akses dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

  Claus menjelaskan PTFI bekerja sama dengan Pemda Mimika dan didukung PT AEA (ISOS) menjalankan program pengendalian malaria selama tiga tahun yang dimulai tahun ini.

Program terdiri dari tahap Pengendalian, tahap Pra Eliminasi dan tahap Eliminasi dengan sasaran lebih dari 30 ribu orang di 8 kampung. Antara lain kampung Koperapoka, Nawaripi, Nayaro, Tipuka, Ayuka, Omawita, Fanamo, Ohotya. “Program ini bertahap kita lakukan dengan tujuan besarnya adalah menjadikan Mimika daerah bebas malaria tersertifikasi tahun 2030,” kata Claus.

Baca Juga :  Populasi Babi di Mimika Tersisa 3000 Ekor

   Kata Claus, Cegah Stunting Untuk program pencegahan stunting, PTFI menggandeng Badan Pengembangan Internasional Amerika Serikat (USAID) meluncurkan program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia for Papua (PASTI-Papua).

“Tujuan program ini meningkatkan kesejahteraan gizi anak dan menanggulangi stunting pada anak,” katanya.

  PASTI-Papua akan dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan sejumlah aksi antara lain mendorong perubahan perilaku sesuai konteks lokal; penguatan layanan kesehatan bagi ibu, anak dan remaja; peningkatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola untuk wujudkan RAN PASTI di tingkat daerah.

“Bersama-sama, kita mempersiapkan tumbuh kembang anak-anak Papua agar bisa mencapai potensi terbaik mereka.” Kolaborasi multipihak ini terdiri dari PT Freeport Indonesia, Pemda Mimika, Badan Pengembangan Internasional Amerika Serikat (USAID), PT AEA (ISOS) dan Wahana Visi Indonesia (WVI),” pungkas Claus. (mww)

Baca Juga :  Hambat Pembangunan Kantor Bupati, Masyarakat Adat Ancam Duduki DPRD Keerom

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya