Friday, April 4, 2025
26.7 C
Jayapura

200 Orang Ikuti Aksi Penghijauan di Grasberg

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PTFI. “Kegiatan ini dapat terlaksana berkat adanya komunikasi yang baik antara PTFI dengan Pemerintah Kabupaten Mimika. Penanaman ini adalah langkah yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim. Upaya yang kita lakukan hari ini berkontribusi dalam penurunan emisi. Saya harap, kepedulian kita tak hanya berhenti di sini,” kata Frans.

Lebih lanjut, Kadis DLH Mimika berharap kegiatan penghijauan yang dilaksanakan PTFI dapat menginspirasi instansi lain dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika dalam melestarikan lingkungan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 mengambil tema Land Restoration, Desertification and Drought Resilience (“Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”).

Baca Juga :  Sampah Kali Acai Masih Jadi Pergumulan

Setelah penghijauan Grasberg, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 akan dilanjutkan dengan kompetisi, talkshow, sharing session, pelepasliaran satwa endemik Papua, dan lain-lain.

Acara puncak Hari Lingkungan Hidup PTFI 2024 direncanakan akan dilaksanakan pada 10-12 Juli mendatang di Gedung Eme Neme Yauware Timika, melalui penyelenggaraan Expo Lingkungan. Adapun upaya pengelolaan dampak lingkungan PTFI melalui kegiatan reklamasi juga dilakukan di kawasan pengendapan tailing, dimana sampai saat ini kawasan pengendapan tailing seluas 762 hektar telah direklamasi dan 930 hektar kawasan di muara Sungai Ajkwa telah ditanami dengan spesies mangrove.    

Tanggung jawab PTFI dalam pemulihan lahan tidak hanya dilakukan di wilayah Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) saja tetapi juga membantu pemerintah dengan melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung di wilayah Jayapura. Kawasan seluas 2.338 hektar telah ditanami dengan bibit tanaman hutan dan buah-buahan dari total 4.232 hektar sampai 2025. “Kami berharap melalui berbagai program lingkungan tersebut dapat menciptakan ekosistem yang baik bagi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Carl. ( luc/ist)

Baca Juga :  Pemkab Mimika Diminta Tertibkan Pangkalan Liar

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PTFI. “Kegiatan ini dapat terlaksana berkat adanya komunikasi yang baik antara PTFI dengan Pemerintah Kabupaten Mimika. Penanaman ini adalah langkah yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim. Upaya yang kita lakukan hari ini berkontribusi dalam penurunan emisi. Saya harap, kepedulian kita tak hanya berhenti di sini,” kata Frans.

Lebih lanjut, Kadis DLH Mimika berharap kegiatan penghijauan yang dilaksanakan PTFI dapat menginspirasi instansi lain dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika dalam melestarikan lingkungan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 mengambil tema Land Restoration, Desertification and Drought Resilience (“Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”).

Baca Juga :  Langsung Pimpin Apel Perpisahan dengan Pj Bupati Mimika

Setelah penghijauan Grasberg, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 akan dilanjutkan dengan kompetisi, talkshow, sharing session, pelepasliaran satwa endemik Papua, dan lain-lain.

Acara puncak Hari Lingkungan Hidup PTFI 2024 direncanakan akan dilaksanakan pada 10-12 Juli mendatang di Gedung Eme Neme Yauware Timika, melalui penyelenggaraan Expo Lingkungan. Adapun upaya pengelolaan dampak lingkungan PTFI melalui kegiatan reklamasi juga dilakukan di kawasan pengendapan tailing, dimana sampai saat ini kawasan pengendapan tailing seluas 762 hektar telah direklamasi dan 930 hektar kawasan di muara Sungai Ajkwa telah ditanami dengan spesies mangrove.    

Tanggung jawab PTFI dalam pemulihan lahan tidak hanya dilakukan di wilayah Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) saja tetapi juga membantu pemerintah dengan melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung di wilayah Jayapura. Kawasan seluas 2.338 hektar telah ditanami dengan bibit tanaman hutan dan buah-buahan dari total 4.232 hektar sampai 2025. “Kami berharap melalui berbagai program lingkungan tersebut dapat menciptakan ekosistem yang baik bagi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Carl. ( luc/ist)

Baca Juga :  Gelar Uji Kompetensi JPT Pratama, Dua Pejabat Ikut Seleksi

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya