11 SPPG yang Disuspend Masih Terganjal IPAL
MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana MBG, turun langsung memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya beroperasi sesuai standar protokol kesehatan dan distribusi yang ketat. Peninjauan lapangan ini menyasar sejumlah sekolah penerima manfaat dan dapur produksi SPPG, pada Rabu (15/4).
“Ini merupakan sampel saja yang kami kunjungi untuk memastikan bahwa SPPG ini sedang melayani dengan sarana dan prasarana sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam pengelolaan sebuah SPPG,” ujar Emanuel, Kamis (16/4).
Berdasarkan hasil observasi pada unit-unit yang aktif, Emanuel menilai rantai produksi makanan mulai dari dapur hingga ke meja makan siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
“Dari sampel yang kami lihat, memang benar itu memenuhi standar. Mulai dari penyiapan makanan itu sendiri, mulai dari petugas, cara menyajikannya, tentang kebersihan, dan sampai pada distribusi di sekolah,” katanya menambahkan.
Namun, di balik optimisme tersebut, Satgas masih menghadapi ganjalan teknis pada 11 unit SPPG yang saat ini statusnya dibekukan sementara (suspend). Masalah utama yang ditemukan adalah buruknya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang jika dibiarkan dapat memicu pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan jangka panjang.
“11 yang suspend ini, ini kan hanya menyangkut IPAL, IPAL ini harus dipastikan bahwa itu aman. Aman dalam arti pengelolaan di sekitar lingkungan SPPG, kalau kurang baik itu akan berdampak kepada tetangga, tapi juga kepada kesehatan kalau itu tidak dilakukan,” jelas Emanuel tegas.