Sunday, January 18, 2026
27.4 C
Jayapura

Empat Sekolah Dipalang Pemilik Tanah, Ribuan Siswa Dipulangkan

Kuasa Hukum Sebut Aksi Palang Dilakukan Karena Sejak 2011 Sengketa Tanah Tak Kunjung Selesai

MIMIKA – Empat sekolah di Mimika diliburkan karena dipalang oleh sekelompok warga atas sengketa tanah yang tak kunjung diselesaikan, pada Rabu (14/1). Adapun empat sekolah yang dipalang adalah SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 7, SMP Negeri 7 dan SD Inpres Inauga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, palang telah dilakukan sejak Selasa (13/1) malam. Pintu-pintu ruang kelas dan ruang guru di empat sekolah tersebut dipalang menggunakan papan, menyebabkan siswa-siswi tidak dapat menempati ruang kelas.

Sementara di gerbang, mereka juga membentangkan spanduk dengan bertuliskan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Pemda Biak Diharapkan Perhatikan Sejumlah Kebutuhan SMK Pertanian

Pantauan media ini di lapangan, sejak pukul 07.00 WIT para guru hingga pelajar dari empat sekolah tersebut sudah berdatangan. Namun karena sekolah dipalang, para siswa-siswi lalu dipulangkan untuk sementara sambil menunggu palang kembali dibuka.

Kepala Sekolah SD Inpres Inauga, Ny. Diana Domakubun saat ditemui juga mengaku menyesali tindakan ini. Katanya, aksi pemalangan ini bukan baru pertama kali dilakukan.

Namun, ia menilai bahwa tindakan ini justru mengorbankan masa depan generasi muda terutama dalam menimba ilmu di sekolah.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika, Nona Yeni Gogani, menyampaikan bahwa sejak pagi sebanyak 1400 siswa berhamburan di jalan sekitaran lingkungan sekolah. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ia memutuskan untuk memulangkan anak didiknya dan menjalankan proses pembelanjaan dari rumah.

Baca Juga :  Wali Kota: Tuntaskan Status Kewarganegaraan Warga Mosso!

“Jadi bukan libur, tapi belajar di rumah, saya berharap apa yang terjadi hari ini kan sudah mengganggu proses belajar mengajar, di sini ada guru-guru mungkin bisa dilihat masih menunggu karena ini kan pendidikan ini kan harus berjalan,” kata Yeni.

Kuasa Hukum Sebut Aksi Palang Dilakukan Karena Sejak 2011 Sengketa Tanah Tak Kunjung Selesai

MIMIKA – Empat sekolah di Mimika diliburkan karena dipalang oleh sekelompok warga atas sengketa tanah yang tak kunjung diselesaikan, pada Rabu (14/1). Adapun empat sekolah yang dipalang adalah SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 7, SMP Negeri 7 dan SD Inpres Inauga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, palang telah dilakukan sejak Selasa (13/1) malam. Pintu-pintu ruang kelas dan ruang guru di empat sekolah tersebut dipalang menggunakan papan, menyebabkan siswa-siswi tidak dapat menempati ruang kelas.

Sementara di gerbang, mereka juga membentangkan spanduk dengan bertuliskan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Jembatan Merah Dipenuhi Masyarakat, Kawasan Kupang Dok II Tak Lagi Seramai Dulu

Pantauan media ini di lapangan, sejak pukul 07.00 WIT para guru hingga pelajar dari empat sekolah tersebut sudah berdatangan. Namun karena sekolah dipalang, para siswa-siswi lalu dipulangkan untuk sementara sambil menunggu palang kembali dibuka.

Kepala Sekolah SD Inpres Inauga, Ny. Diana Domakubun saat ditemui juga mengaku menyesali tindakan ini. Katanya, aksi pemalangan ini bukan baru pertama kali dilakukan.

Namun, ia menilai bahwa tindakan ini justru mengorbankan masa depan generasi muda terutama dalam menimba ilmu di sekolah.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika, Nona Yeni Gogani, menyampaikan bahwa sejak pagi sebanyak 1400 siswa berhamburan di jalan sekitaran lingkungan sekolah. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ia memutuskan untuk memulangkan anak didiknya dan menjalankan proses pembelanjaan dari rumah.

Baca Juga :  Digigit Tetangga Mabuk, Seorang Warga di Merauke Kehilangan Daun Teliganya

“Jadi bukan libur, tapi belajar di rumah, saya berharap apa yang terjadi hari ini kan sudah mengganggu proses belajar mengajar, di sini ada guru-guru mungkin bisa dilihat masih menunggu karena ini kan pendidikan ini kan harus berjalan,” kata Yeni.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya