Layanan Pemerintahan di Distrik Mimika Barat Jauh Lumpuh

Kapolsek Mimika Barat Sebut Dua Bulan Tak Ada Penerbangan

MIMIKA – Kapolsek Mimika Barat Jauh Ipda Muhammad Yani mengatakan bahwa layanan pemerintahan kepada masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh lumpuh akibat dua bulan terakhir tidak ada penerbangan.

Hal ini diungkapkan Ipda Yani lantaran penerbangan rute Timika – Potowaiburu justru tak pernah ada dalam 2 bulan terakhir.

Padahal, menurutnya penerbangan itu sangat membantu pelayanan publik untuk mobilitas tenaga medis, tenaga pengajar, termasuk aparat dan juga masyarakat yang beraktivitas ke Potowayburu – Timika atau sebaliknya.

“Pilot (katanya-red) tidak mau mengambil risiko karena di ujung landasan terdapat pohon-pohon menjulang tinggi yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan,” kata Yani, Rabu (9/10) kemarin.

Baca Juga :  Bahas PAM TPS, Polres Mimika Segera Bertemu KPU

“Masalah pohon yang tinggi kami sudah coba (menebang), kami juga sudah turun ke lapangan tetapi (kami) tidak menemukan pohon yang disebut tinggi itu,” ungkapnya menambahkan.

Ipda Yani melanjutkan, pihaknya dengan pemerintah distrik sudah berupaya melakukan peninjauan dan membicarakan masalah itu termasuk koordinasi dengan Dinas Perhubungan.

Ipda Yani menyebutkan, satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan Timika – Potowayburu adalah Asian One Air.

Jadwal penerbangannya untuk rute tersebut berlangsung satu kali dalam seminggu, yakni di setiap awal pekan atau hari Senin.

“Kami berharap sebelum pelaksanaan Pilkada, penerbangan bisa jalan kembali,” pungkasnya.(mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Agustus, Tunjangan Perjalanan Dinas Kepala OPD Dihentikan

Kapolsek Mimika Barat Sebut Dua Bulan Tak Ada Penerbangan

MIMIKA – Kapolsek Mimika Barat Jauh Ipda Muhammad Yani mengatakan bahwa layanan pemerintahan kepada masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh lumpuh akibat dua bulan terakhir tidak ada penerbangan.

Hal ini diungkapkan Ipda Yani lantaran penerbangan rute Timika – Potowaiburu justru tak pernah ada dalam 2 bulan terakhir.

Padahal, menurutnya penerbangan itu sangat membantu pelayanan publik untuk mobilitas tenaga medis, tenaga pengajar, termasuk aparat dan juga masyarakat yang beraktivitas ke Potowayburu – Timika atau sebaliknya.

“Pilot (katanya-red) tidak mau mengambil risiko karena di ujung landasan terdapat pohon-pohon menjulang tinggi yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan,” kata Yani, Rabu (9/10) kemarin.

Baca Juga :  Bama yang Dikirim ke Distrik Hoya Bisa Bertahan hingga Natal dan Tahun Baru

“Masalah pohon yang tinggi kami sudah coba (menebang), kami juga sudah turun ke lapangan tetapi (kami) tidak menemukan pohon yang disebut tinggi itu,” ungkapnya menambahkan.

Ipda Yani melanjutkan, pihaknya dengan pemerintah distrik sudah berupaya melakukan peninjauan dan membicarakan masalah itu termasuk koordinasi dengan Dinas Perhubungan.

Ipda Yani menyebutkan, satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan Timika – Potowayburu adalah Asian One Air.

Jadwal penerbangannya untuk rute tersebut berlangsung satu kali dalam seminggu, yakni di setiap awal pekan atau hari Senin.

“Kami berharap sebelum pelaksanaan Pilkada, penerbangan bisa jalan kembali,” pungkasnya.(mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Kapolres: Atas Perintah Kapolda, Proses Mereka yang Terlibat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya