SENTANI – Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jayapura, Djimmy Yomaiwi Douw, menjelaskan bahwa program pangan bergizi yang dijalankan saat ini menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga batita, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Tanah Papua.
Menurut Djimmy, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (sebelumnya BKKBN), sehingga distribusi bantuan dapat menjangkau sasaran secara lebih efektif.
“Melalui jalur-jalur distribusi ini, penerima manfaat bisa tercapai dengan baik. Ini juga menjadi salah satu cara kita melawan stunting, dengan target jangka menengah hingga tahun 2030,” ujarnya.
Ia optimistis target penurunan stunting dapat tercapai dalam kurun waktu sekitar lima tahun ke depan. Berdasarkan perhitungan bersama, Djimmy menilai capaian tersebut realistis untuk dikejar.
Untuk tahun ini, terdapat target besar dari Presiden Republik Indonesia, yakni 25.000 penerima manfaat di Tanah Papua hingga bulan Agustus. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui tiga jalur distribusi, yaitu jalur aglomerasi, jalur 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dan jalur khusus.
“Untuk jalur 3T dan jalur khusus, pendanaannya bersumber dari APBN, sehingga anggarannya sudah tersedia dan pelaksanaannya bisa lebih cepat,” jelasnya.
Djimmy menyebutkan, saat ini jumlah penerima manfaat di wilayah Papua telah mencapai sekitar 6.600 hingga 7.000 orang, dengan dukungan sekitar 175 hingga 179 dapur yang telah beroperasi.