Saturday, November 29, 2025
28.5 C
Jayapura

Bupati Jayapura Beri Peringatan Tegas kepada Pengembang Perumahan

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda memberikan peringatan tegas kepada para pengembang perumahan (developer) di Kabupaten Jayapura terkait terjadinya banjir dan genangan air yang kerap melanda sejumlah kompleks perumahan di wilayah Kota Sentani.

Dalam tiga hari terakhir, Bupati Yunus Wonda turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai bahwa tingginya curah hujan bukan satu-satunya penyebab banjir, melainkan lemahnya perencanaan pembangunan perumahan oleh para pengembang.

“Para pengembang membangun perumahan tanpa memikirkan pembuangan akhir atau sistem drainase yang memadai,” ujarnya, Kamis (27/11).

Menurutnya, meski beberapa perumahan memiliki saluran air di bagian depan, namun tidak jelas ke mana saluran tersebut bermuara.

Baca Juga :  Berawal dari Gedung OSIBA, Sekolah Pangreh Praja

“Yang menjadi persoalan besar adalah pembuangan akhirnya di mana. Setelah saya turun langsung ke lapangan, di beberapa perumahan tidak terlihat jalur air menuju sungai atau saluran utama,” jelasnya.

Bupati Jayapura memastikan bahwa ke depan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan penertiban dan kerapian terhadap perizinan pembangunan perumahan.

“Setiap pengembang wajib mempresentasikan secara jelas rencana pembangunan, terutama terkait sistem drainase dan pembuangan akhir air,” tambahnya.

“Pengembang harus membangun rumah dengan cara yang benar. Jangan hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan serta keselamatan masyarakat,” tegasnya.

SENTANI – Bupati Jayapura, Yunus Wonda memberikan peringatan tegas kepada para pengembang perumahan (developer) di Kabupaten Jayapura terkait terjadinya banjir dan genangan air yang kerap melanda sejumlah kompleks perumahan di wilayah Kota Sentani.

Dalam tiga hari terakhir, Bupati Yunus Wonda turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai bahwa tingginya curah hujan bukan satu-satunya penyebab banjir, melainkan lemahnya perencanaan pembangunan perumahan oleh para pengembang.

“Para pengembang membangun perumahan tanpa memikirkan pembuangan akhir atau sistem drainase yang memadai,” ujarnya, Kamis (27/11).

Menurutnya, meski beberapa perumahan memiliki saluran air di bagian depan, namun tidak jelas ke mana saluran tersebut bermuara.

Baca Juga :  Korban Tenggelam di Pantai Holtekamp  Punya Lima Anak

“Yang menjadi persoalan besar adalah pembuangan akhirnya di mana. Setelah saya turun langsung ke lapangan, di beberapa perumahan tidak terlihat jalur air menuju sungai atau saluran utama,” jelasnya.

Bupati Jayapura memastikan bahwa ke depan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan penertiban dan kerapian terhadap perizinan pembangunan perumahan.

“Setiap pengembang wajib mempresentasikan secara jelas rencana pembangunan, terutama terkait sistem drainase dan pembuangan akhir air,” tambahnya.

“Pengembang harus membangun rumah dengan cara yang benar. Jangan hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan serta keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya