alexametrics
27.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Keberadaan Jembatan Tracking di Yoboi Mampu Menarik Pengunjung

SENTANI- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah membangun jembatan tracking sepanjang 420 meter di Kampung Yoboi,  Distrik  Sentani Kabupaten Jayapura pada tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray dihadapan warga kampung dan tamu yang berkunjung ke Yoboi, Minggu (27/3), kemarin mengatakan, pembangunan jembatan tracking itu sebenarnya bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di kampung itu.

Menurutnya dengan memanfaatkan  semua potensi yang ada di Kampung, masyarakat akan merasakan dampaknya, terutama dari kunjungan masyarakat ke kampung itu. “Ini kegiatan pemberdayaan kampung yang kami lakukan,” kata Jan Jap Ormuseray.

Dia juga mengapresiasi langkah inovasi yang sudah digerakkan oleh para pemuda di kampung, sehingga kampung itu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jayapura . Bahkan baru baru ini Destinasi Wisata Kampung Yoboi telah masuk nominasi 10 desa wisata terbaik di Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif RI.

Baca Juga :  Bandara Sentani Sediakan Gerai Vaksinasi “Booster”

“Ini dilakukan semata-mata inisiatif para pemuda.  Tidak ada kontraktor yang bangun tetapi anak-anak kampung sendiri yang bangun,” jelasnya.

Lanjut dia, keberadaan jembatan tracking  sejauh ini telah membawa banyak keuntungan bagi masyarakat secara ekonomi. Dimulai pada saat PONXX lalu, jumlah kunjungan tamu ke Kampung Yoboi sangat tinggi. Bahkan nilai penerimaan yang tercatat masuk ke Kampung Yoboi lebih dari Rp 3,5 miliar .

“Selama PON itu lebih dari 75 persen kontingen sudah ke sini. Ini wujud dari pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Kehutanan karena yang tercatat resmi pada saat PON itu, uang yang masuk ke Kampung Yoboi mencapai Rp 3,5 miliar,”jelasnya.

Baca Juga :  Persoalan Tapal Batas Kab. Jayapura dan Yalimo Tak Kunjung Tuntas

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kampung Yoboi sangat mengapresiasi perhatian yang sudah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, karena sudah membangun tracking sepanjang 420 meter di Kampung Yoboi .

“Kami  berharap ke depan dengan adanya  perhatian dari pemerintah. Tempat ini bisa menjadi daya tarik untuk semua orang bisa berkunjung ke Kampung Yoboi,”tandasnya.  (roy/ary)

SENTANI- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah membangun jembatan tracking sepanjang 420 meter di Kampung Yoboi,  Distrik  Sentani Kabupaten Jayapura pada tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray dihadapan warga kampung dan tamu yang berkunjung ke Yoboi, Minggu (27/3), kemarin mengatakan, pembangunan jembatan tracking itu sebenarnya bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di kampung itu.

Menurutnya dengan memanfaatkan  semua potensi yang ada di Kampung, masyarakat akan merasakan dampaknya, terutama dari kunjungan masyarakat ke kampung itu. “Ini kegiatan pemberdayaan kampung yang kami lakukan,” kata Jan Jap Ormuseray.

Dia juga mengapresiasi langkah inovasi yang sudah digerakkan oleh para pemuda di kampung, sehingga kampung itu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jayapura . Bahkan baru baru ini Destinasi Wisata Kampung Yoboi telah masuk nominasi 10 desa wisata terbaik di Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif RI.

Baca Juga :  Miras, Togel dan  Sabung Ayam Marak di Kota Sentani

“Ini dilakukan semata-mata inisiatif para pemuda.  Tidak ada kontraktor yang bangun tetapi anak-anak kampung sendiri yang bangun,” jelasnya.

Lanjut dia, keberadaan jembatan tracking  sejauh ini telah membawa banyak keuntungan bagi masyarakat secara ekonomi. Dimulai pada saat PONXX lalu, jumlah kunjungan tamu ke Kampung Yoboi sangat tinggi. Bahkan nilai penerimaan yang tercatat masuk ke Kampung Yoboi lebih dari Rp 3,5 miliar .

“Selama PON itu lebih dari 75 persen kontingen sudah ke sini. Ini wujud dari pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Kehutanan karena yang tercatat resmi pada saat PON itu, uang yang masuk ke Kampung Yoboi mencapai Rp 3,5 miliar,”jelasnya.

Baca Juga :  Kehadiran Pabrik Sagu untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kampung Yoboi sangat mengapresiasi perhatian yang sudah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, karena sudah membangun tracking sepanjang 420 meter di Kampung Yoboi .

“Kami  berharap ke depan dengan adanya  perhatian dari pemerintah. Tempat ini bisa menjadi daya tarik untuk semua orang bisa berkunjung ke Kampung Yoboi,”tandasnya.  (roy/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/