PMI Kab. Jayapura Perkuat Koordinasi dengan RS dan Gereja
SENTANI – Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Jayapura, Rendy Ralven Suebu, mengungkapkan bahwa ketersediaan stok darah di Kabupaten Jayapura saat ini masih mengalami keterbatasan akibat sejumlah kendala teknis dan administratif.
Menurut Rendy, PMI Kabupaten Jayapura beberapa hari terakhir telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah rumah sakit di wilayah Jayapura guna menindaklanjuti program Bupati Jayapura terkait pemenuhan kebutuhan minimal 50 kantong darah per bulan.
“Kami sudah mulai koordinasi dengan rumah sakit sebagai langkah awal. Program 50 kantong darah per bulan ini menjadi perhatian serius, sehingga perlu sinergi semua pihak,” ujarnya, Jumat (23/1).
Selain dengan rumah sakit, PMI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di Kabupaten Jayapura, termasuk instansi pemerintah dan mitra lainnya, untuk menjamin ketersediaan stok darah.
Namun demikian, Rendy mengakui masih terdapat kendala dalam proses pengambilan darah, ketersediaan alat medis, hingga perlengkapan penunjang seperti peralatan triase. Kendala tersebut dipicu oleh persoalan administrasi dan piutang yang belum terselesaikan sejak awal.
“Kami menghadapi kendala cukup besar, terutama terkait piutang yang nilainya mencapai sekitar Rp500 juta lebih. Hal ini berdampak pada keterlambatan pengadaan alat medis dan proses pelayanan,” jelasnya.
PMI Kab. Jayapura Perkuat Koordinasi dengan RS dan Gereja
SENTANI – Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Jayapura, Rendy Ralven Suebu, mengungkapkan bahwa ketersediaan stok darah di Kabupaten Jayapura saat ini masih mengalami keterbatasan akibat sejumlah kendala teknis dan administratif.
Menurut Rendy, PMI Kabupaten Jayapura beberapa hari terakhir telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah rumah sakit di wilayah Jayapura guna menindaklanjuti program Bupati Jayapura terkait pemenuhan kebutuhan minimal 50 kantong darah per bulan.
“Kami sudah mulai koordinasi dengan rumah sakit sebagai langkah awal. Program 50 kantong darah per bulan ini menjadi perhatian serius, sehingga perlu sinergi semua pihak,” ujarnya, Jumat (23/1).
Selain dengan rumah sakit, PMI juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di Kabupaten Jayapura, termasuk instansi pemerintah dan mitra lainnya, untuk menjamin ketersediaan stok darah.
Namun demikian, Rendy mengakui masih terdapat kendala dalam proses pengambilan darah, ketersediaan alat medis, hingga perlengkapan penunjang seperti peralatan triase. Kendala tersebut dipicu oleh persoalan administrasi dan piutang yang belum terselesaikan sejak awal.
“Kami menghadapi kendala cukup besar, terutama terkait piutang yang nilainya mencapai sekitar Rp500 juta lebih. Hal ini berdampak pada keterlambatan pengadaan alat medis dan proses pelayanan,” jelasnya.