Bupati Minta Satpol PP Tertibkan Peredaran Miras

SENTANI- Dalam rangka mewujudkan suasana Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Jayapura selama penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) yang akan berlangsung pada tanggal 24 sampai dengan 30 Oktober,  Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengeluarkan surat edaran kepada guru latihan masyarakat di Kabupaten Jayapura terkait dengan pelarangan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura.

Bupati Mathius Awoitauw  kepada wartawan di Sentani mengungkapkan, peredaran minuman keras harus ditiadakan, ini guna menekan angka kriminalitas,  termasuk ancaman gangguan Kamtibmas selama penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN).

Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu juga menyebut,  pembatasan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura itu sudah ditekankan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura. 

Baca Juga :  FAO dan Selandia Baru Siapkan Pabrik Sagu di Yoboi dan Babrongko

Artinya hanya ada tempat-tempat usaha tertentu saja yang membolehkan menjual minuman-minuman keras. “Kami sudah keluarkan edaran selama kongres tidak ada orang mabuk,”ujar Mathius Awoitauw, Jumat (21/10).

Dia menambahkan,  pengetatan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura itu harus dilakukan, karena Kabupaten Jayapura telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan KMAN dan ribuan masyarakat dari seluruh wilayah nusantara akan datang di Kabupaten Jayapura.

“Kita sebagai tuan rumah harus menunjukkan yang baik,  orang mabuk tidak boleh lagi ada, miras tolong ditertibkan,” tandasnya.

Terkait dengan kegiatan kongres,  berbagai persoalan akan dibahas antara lain soal Otsus dan ruang kelola masyarakat yang akan dibahas dalam sarasehan. (roy/ary)

Baca Juga :  Penyaluran DD di 139 Kampung Lebih dari Rp 59 Miliar

SENTANI- Dalam rangka mewujudkan suasana Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Jayapura selama penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) yang akan berlangsung pada tanggal 24 sampai dengan 30 Oktober,  Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengeluarkan surat edaran kepada guru latihan masyarakat di Kabupaten Jayapura terkait dengan pelarangan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura.

Bupati Mathius Awoitauw  kepada wartawan di Sentani mengungkapkan, peredaran minuman keras harus ditiadakan, ini guna menekan angka kriminalitas,  termasuk ancaman gangguan Kamtibmas selama penyelenggaraan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN).

Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu juga menyebut,  pembatasan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura itu sudah ditekankan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura. 

Baca Juga :  FAO dan Selandia Baru Siapkan Pabrik Sagu di Yoboi dan Babrongko

Artinya hanya ada tempat-tempat usaha tertentu saja yang membolehkan menjual minuman-minuman keras. “Kami sudah keluarkan edaran selama kongres tidak ada orang mabuk,”ujar Mathius Awoitauw, Jumat (21/10).

Dia menambahkan,  pengetatan peredaran minuman keras di Kabupaten Jayapura itu harus dilakukan, karena Kabupaten Jayapura telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan KMAN dan ribuan masyarakat dari seluruh wilayah nusantara akan datang di Kabupaten Jayapura.

“Kita sebagai tuan rumah harus menunjukkan yang baik,  orang mabuk tidak boleh lagi ada, miras tolong ditertibkan,” tandasnya.

Terkait dengan kegiatan kongres,  berbagai persoalan akan dibahas antara lain soal Otsus dan ruang kelola masyarakat yang akan dibahas dalam sarasehan. (roy/ary)

Baca Juga :  Bupati Gusbager Hadiri HUT ke-50 PNG

Berita Terbaru

Artikel Lainnya