alexametrics
24.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

52 Persen Anak Sekolah di Papua Tidak Belajar

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait saat memberikan bantuan TV kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Selasa, (19/5). ( FOTO: Robert cepos)

Selama Pandemi Covid-19 

SENTANI-Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan,dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si  mengatakan, 52 persen anak sekolah di Papua tidak belajar selama pandemi Covid-19 ini.

“Kami telah  meminta kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua untuk melakukan pemetaan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh anak-anak kita di rumah mereka masing-masing,” katanya saat meluncurkan (launching) program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  melalui TV di Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, dari hasil data LPMP, hanya 18 persen yang berjalan, sementara laporan dari masing-masing kota dan kabupaten di Papua, ada 48 persen proses pembelajaran di rumah sedang berjalan. Artinya bahwa masih ada 52 persen anak-anak  di seluruh Papua yang tidak belajar, termasuk di Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Kencani Anak di Bawah Umur, Legislator Cabul Ditangkap Polisi

“Dengan program TV Kenambai Umbai Belajar yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi TV Kabel Papua merupakan langkah tepat untuk memastikan anak-anak kita dapat belajar di rumah mereka masing-masing,” katanya.

“Secara pribadi dan lembaga, saya sangat salut dengan kinerja dan program seperti ini. Kita inginkan pendididikan bagus, tapi gurunya tidak kita perhatikan,”ujar Christian.

Menurutnya, ada 18 ribu tape android yang telah dibagikan ke seluruh SMA/SMK se-Papua, termasuk sejumlah SMA di Distrik Nimbokrang yang mendapat fasilitas tersebut.

Ada empat hal, lanjut Sohilait, yang bisa didapatkan dari penggunaan tape android,  pertama adalah TV player, radio player, telcomfrance, dan informasi terkait pembelajaran yang dibutuhkan bagi siswa.

Baca Juga :  Terapkan Prokes, Pendaftaran Siswa Baru di SMAN 1 Secara Ofline

“ Situasi seperti ini akan memaksa kita untuk belajar secara online, oleh sebab itu, saya sudah perintahkan kepada seluruh kepala sekolah agar menggunakan fasilitas yang tersedia bagi kepentingan anak-anak kita,” ungkapnya.

Christian berharap dengan program TV Kenambai Umbai Belajar di Kabupaten Jayapura, dapat memastikan semua anak-anak di daerah ini belajar dengan baik di rumah mereka masing-masing. (roy/tho)

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait saat memberikan bantuan TV kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Selasa, (19/5). ( FOTO: Robert cepos)

Selama Pandemi Covid-19 

SENTANI-Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan,dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si  mengatakan, 52 persen anak sekolah di Papua tidak belajar selama pandemi Covid-19 ini.

“Kami telah  meminta kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua untuk melakukan pemetaan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh anak-anak kita di rumah mereka masing-masing,” katanya saat meluncurkan (launching) program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  melalui TV di Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, dari hasil data LPMP, hanya 18 persen yang berjalan, sementara laporan dari masing-masing kota dan kabupaten di Papua, ada 48 persen proses pembelajaran di rumah sedang berjalan. Artinya bahwa masih ada 52 persen anak-anak  di seluruh Papua yang tidak belajar, termasuk di Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Terapkan Prokes, Pendaftaran Siswa Baru di SMAN 1 Secara Ofline

“Dengan program TV Kenambai Umbai Belajar yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi TV Kabel Papua merupakan langkah tepat untuk memastikan anak-anak kita dapat belajar di rumah mereka masing-masing,” katanya.

“Secara pribadi dan lembaga, saya sangat salut dengan kinerja dan program seperti ini. Kita inginkan pendididikan bagus, tapi gurunya tidak kita perhatikan,”ujar Christian.

Menurutnya, ada 18 ribu tape android yang telah dibagikan ke seluruh SMA/SMK se-Papua, termasuk sejumlah SMA di Distrik Nimbokrang yang mendapat fasilitas tersebut.

Ada empat hal, lanjut Sohilait, yang bisa didapatkan dari penggunaan tape android,  pertama adalah TV player, radio player, telcomfrance, dan informasi terkait pembelajaran yang dibutuhkan bagi siswa.

Baca Juga :  Pemkab Siapkan Wisma Atlet dan SBY

“ Situasi seperti ini akan memaksa kita untuk belajar secara online, oleh sebab itu, saya sudah perintahkan kepada seluruh kepala sekolah agar menggunakan fasilitas yang tersedia bagi kepentingan anak-anak kita,” ungkapnya.

Christian berharap dengan program TV Kenambai Umbai Belajar di Kabupaten Jayapura, dapat memastikan semua anak-anak di daerah ini belajar dengan baik di rumah mereka masing-masing. (roy/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/