Sunday, January 4, 2026
27.5 C
Jayapura

BNN Kabupaten Jayapura Klaim Konsisten Jalankan P4GN Sepanjang 2025

SENTANI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura sepanjang tahun 2025 konsisten menjalankan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) guna mendukung terwujudnya Indonesia Bersinar, Papua Bersinar.

Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Kasman, mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui advokasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Selama 2025, BNN melaksanakan 59 kali penyuluhan, melatih 10 siswa SMP sebagai Pendidik Sebaya Anti Narkoba, serta menjangkau 101.679 orang atau 49,9 persen penduduk Kabupaten Jayapura melalui berbagai media.

ā€œProgram prioritas nasional Desa Bersinar dan Keluarga Bersinar terus diperkuat. Satu Desa Bersinar dibina di Kampung Waiya, Distrik Depapre, sementara program Keluarga Bersinar menjangkau 20 keluarga (40 orang) dan membentuk 50 relawan anti narkoba,ā€katanya saat konferensi pers, Rabu (31/12).

Baca Juga :  Lomba Kebersihan dan Penataan LingkunganĀ  Diikuti 54 Peserta

Diakui Kasman, Berdasarkan pengukuran Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) 2025, Kabupaten Jayapura berada pada kategori Tanggap. Sementara Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) mencapai nilai 3,38 dengan kategori Sangat Mandiri.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui tes urine terhadap 416 orang serta advokasi kebijakan di sektor swasta dan pendidikan. BNN juga melaksanakan Program Pemberdayaan Alternatif di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, sebagai kawasan rawan narkoba.

Program ini mencakup penguatan ekonomi masyarakat dan pelatihan keterampilan hidup. Sepanjang 2025, BNN memberikan bimbingan teknis life skill kepada 20 warga dan melibatkan 25 penggiat anti narkoba.

SENTANI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura sepanjang tahun 2025 konsisten menjalankan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) guna mendukung terwujudnya Indonesia Bersinar, Papua Bersinar.

Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Kasman, mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui advokasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Selama 2025, BNN melaksanakan 59 kali penyuluhan, melatih 10 siswa SMP sebagai Pendidik Sebaya Anti Narkoba, serta menjangkau 101.679 orang atau 49,9 persen penduduk Kabupaten Jayapura melalui berbagai media.

ā€œProgram prioritas nasional Desa Bersinar dan Keluarga Bersinar terus diperkuat. Satu Desa Bersinar dibina di Kampung Waiya, Distrik Depapre, sementara program Keluarga Bersinar menjangkau 20 keluarga (40 orang) dan membentuk 50 relawan anti narkoba,ā€katanya saat konferensi pers, Rabu (31/12).

Baca Juga :  Polisi Bubarkan Massa KNPB di BTN Matoa

Diakui Kasman, Berdasarkan pengukuran Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) 2025, Kabupaten Jayapura berada pada kategori Tanggap. Sementara Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) mencapai nilai 3,38 dengan kategori Sangat Mandiri.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui tes urine terhadap 416 orang serta advokasi kebijakan di sektor swasta dan pendidikan. BNN juga melaksanakan Program Pemberdayaan Alternatif di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, sebagai kawasan rawan narkoba.

Program ini mencakup penguatan ekonomi masyarakat dan pelatihan keterampilan hidup. Sepanjang 2025, BNN memberikan bimbingan teknis life skill kepada 20 warga dan melibatkan 25 penggiat anti narkoba.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya