“Kami melakukan pemalangan agar ada transparan tender atau penunjukan untuk pekerjaan ini atas nama perusahaan mana , karena yang sementara kerja dari Maret itu untuk pekerjaan fisik belum berjalan bahkan dari PU Jayawijaya pernah mengeluarkan surat untuk pending pekerjaan itu, tapi kontraktor ini sementara kerja terus,”jelas Mosib
Ia menegaskan pemalangan ini bukan berarti ada maksud di balik kontraktor, namun masyarakat peduli wilayahnya supaya diharapkan untuk pekerjaan pengaspalan jalan ini bisa dilakukan ditahun ini, oleh karena itu pihaknya sebagai ketua LMA Distrik Ibele mendukung dalam sisi mewakili masyarakat meminta kepada Kontraktor harus ada transparan siapa yang mengerjalan jalan ini.
“ini dilakukan agar masyarakat jangan salah paham, dan menimbulkan kerugian juga bagi kontraktor yang sementara kerja bahkan bisa menimbulkan persoalan sampai bisa melakukan pengembalian dana lantaran mengingat waktu yang semakin sempit, kami sudah ke ULP namun belum bisa pastikan siapa yang mengerjakan itu,”tegas Loudwik
Sedangkan dalam aksi pemalangan itu, Lanjut Loudwik, sudah ada kontraktor yang mengakui saat ini ia sedang mengurus segala peryaratan yang dimina, namun di sisilai sudah ada kontraktor lagi yang kerja, sehingga dalam waktu dekat ini pihaknya aman memanggil kepada Distrik Ibele dan Tailarek untuk duduk bersama memberikan memberikan pemahaman bagi dua kontraktor ini. (jo)