Saturday, April 5, 2025
25.7 C
Jayapura

Jaga Tatanan Adat Istiadat, Pemkab Gelar Rekonsiliasi Budaya Lembah Baliem

Kata Thony Mayor, Pada saat itu apa yang disampaikan tokoh adat, disitu pemerintah merespon karena semua yang duduk di pemerintahan adalah anak -anak adat yang dibersarkan di kampung halaman masing -masing, dan orang tua kita tidak berpendidikan tinggi seperti kita, tapi bagaimana mereka mendidik dan bertumbuh  sesuai dengan etika dan moral sesuai dengan budaya adat istiadat .

“Ketika ada pekabaran injil dan pendidikan , disitu kita dibawa dan diberikan pendidikan oleh para misionaris, dan kita didik secara formal sehingga kita bisa menerima perubahan dari luar untuk membangun wilayah kita,  dulu kita Jayawijaya satu namun sudah memekarkan beberapa kabupaten dan sekarang kita bisa melihat ada provinsi Papua Pegunungan,”katanya

Baca Juga :  Rayakan HUT GIDI ke-62, Pdt. Gandius Enembe: Api Penginjilan Terus Menyala

Sementara itu Ketua Panitia rekonsiliasi budaya masyarakat Baliem 2024  Enggelbert Sorabut, S. Sos menyatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini DPA Pemerintah Kabupaten Jayawijaya TA 2024, melalui SK Bupati Kabupaten Jayawijaya, kegiatan ini juga berkerjasama dengan forum komunikasi anak Wio  yang bersumber dari dana otsus.

“Kegiatan revitalisasi tatanan kehidupan Masyarakat Baliem yang sesuai dengan Damai , Nyaman, Aman dan Indah (DANI),  kedua menjaga , merawat dan menumbuhkan niai -nilai luhur dalam budaya masyarakat Baliem, Ke tiga menyatukan visi dan misi untuk menyatukan moto kita Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo,”tutupnya (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Dorlince Medlama Resmi Pimpinan DPRD Jayawijaya 

Kata Thony Mayor, Pada saat itu apa yang disampaikan tokoh adat, disitu pemerintah merespon karena semua yang duduk di pemerintahan adalah anak -anak adat yang dibersarkan di kampung halaman masing -masing, dan orang tua kita tidak berpendidikan tinggi seperti kita, tapi bagaimana mereka mendidik dan bertumbuh  sesuai dengan etika dan moral sesuai dengan budaya adat istiadat .

“Ketika ada pekabaran injil dan pendidikan , disitu kita dibawa dan diberikan pendidikan oleh para misionaris, dan kita didik secara formal sehingga kita bisa menerima perubahan dari luar untuk membangun wilayah kita,  dulu kita Jayawijaya satu namun sudah memekarkan beberapa kabupaten dan sekarang kita bisa melihat ada provinsi Papua Pegunungan,”katanya

Baca Juga :  Pemkab Mulai Bahas Sistem Informasi Tata Ruang Berbasis Aplikasi

Sementara itu Ketua Panitia rekonsiliasi budaya masyarakat Baliem 2024  Enggelbert Sorabut, S. Sos menyatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini DPA Pemerintah Kabupaten Jayawijaya TA 2024, melalui SK Bupati Kabupaten Jayawijaya, kegiatan ini juga berkerjasama dengan forum komunikasi anak Wio  yang bersumber dari dana otsus.

“Kegiatan revitalisasi tatanan kehidupan Masyarakat Baliem yang sesuai dengan Damai , Nyaman, Aman dan Indah (DANI),  kedua menjaga , merawat dan menumbuhkan niai -nilai luhur dalam budaya masyarakat Baliem, Ke tiga menyatukan visi dan misi untuk menyatukan moto kita Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo,”tutupnya (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Pesawat Nadi Trasportasi Masyarakat Papua Pegunungan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya