WAMENA-Dinas PUPR melalui Bina Marga Papua Pegunungan akhirnya melakukan normalisasi kali Tagi Distrik Bolakme. Normalisasi Kali Tagi ini sempat tertunda setelah adanya penolakan dari masyarakat. Kapolres Jayawijaya melalui Kasie Humas Iptu Efendi mengatakan jajaran Polsek Bolakme, menghadiri pertemuan terkait normalisasi kali Tagi dan perbaikan Badan Jalan.
“Setelah pertemuan tersebut jajaran Polsek Bolakme bersama rombongan dari Bina Marga Provinsi Papua Pegunungan, PPK Bina Marga dan Tokoh Masyarakat mendatangi lokasi jalan yang terputus akibat banjir kali Tagi guna memastikan pekerjaan yang akan dilakukan,” ungkapnya Rabu (22/4)
Saat melihat kondisi yang jalan tersebut aparat kampung Wagambak Distrik Bolakme Meson Tabuni (45), meminta agar alat berat yang didatangkan tidak boleh beroperasi untuk mengerjakan badan jalan yang rusak (putus) dikarenakan arus air begitu deras sehingga beresiko menghanyutkan meterial yang akan digunakan.
“Pengalihan jalur air ini kembali mendapat penolakan dari masyarakat yang menilai jika arus air diubah akan mengakibatkan kerusakan pada perkebunan warga setempat dan meminta agar lahan perkebunan mereka dibayar terlebih dahulu sebelum melakukan normalisasi kali Tagi yang melewati perkebunan mereka,”jelas Efendi
Mendengar laporan tersebut Personil Polsek Bolakme langsung mendatangi lokasi bencana banjir, dan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat kampung guna mencari solusi penanganan bencana banjir, sehingga tidak merugikan masyarakat setempat dan pengguna jalan lainnya.
“Kami juga melakukan upaya mencegah terjadinya konflik yang disebabkan adanya penolakan dari masyarakat setempat DAN menghimbau kepada masyarakat tetap menjaga situasi keamanan tetap kondusif, dan waspada bencana alam ” ujar Kasie Humas Polres Jayawijaya
WAMENA-Dinas PUPR melalui Bina Marga Papua Pegunungan akhirnya melakukan normalisasi kali Tagi Distrik Bolakme. Normalisasi Kali Tagi ini sempat tertunda setelah adanya penolakan dari masyarakat. Kapolres Jayawijaya melalui Kasie Humas Iptu Efendi mengatakan jajaran Polsek Bolakme, menghadiri pertemuan terkait normalisasi kali Tagi dan perbaikan Badan Jalan.
“Setelah pertemuan tersebut jajaran Polsek Bolakme bersama rombongan dari Bina Marga Provinsi Papua Pegunungan, PPK Bina Marga dan Tokoh Masyarakat mendatangi lokasi jalan yang terputus akibat banjir kali Tagi guna memastikan pekerjaan yang akan dilakukan,” ungkapnya Rabu (22/4)
Saat melihat kondisi yang jalan tersebut aparat kampung Wagambak Distrik Bolakme Meson Tabuni (45), meminta agar alat berat yang didatangkan tidak boleh beroperasi untuk mengerjakan badan jalan yang rusak (putus) dikarenakan arus air begitu deras sehingga beresiko menghanyutkan meterial yang akan digunakan.
“Pengalihan jalur air ini kembali mendapat penolakan dari masyarakat yang menilai jika arus air diubah akan mengakibatkan kerusakan pada perkebunan warga setempat dan meminta agar lahan perkebunan mereka dibayar terlebih dahulu sebelum melakukan normalisasi kali Tagi yang melewati perkebunan mereka,”jelas Efendi
Mendengar laporan tersebut Personil Polsek Bolakme langsung mendatangi lokasi bencana banjir, dan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat kampung guna mencari solusi penanganan bencana banjir, sehingga tidak merugikan masyarakat setempat dan pengguna jalan lainnya.
“Kami juga melakukan upaya mencegah terjadinya konflik yang disebabkan adanya penolakan dari masyarakat setempat DAN menghimbau kepada masyarakat tetap menjaga situasi keamanan tetap kondusif, dan waspada bencana alam ” ujar Kasie Humas Polres Jayawijaya