Saturday, February 14, 2026
28 C
Jayapura

Anak Pedalaman Sulit ke Sekolah Karena Jarak yang Jauh

WAMENA — Yayasan Indonesia Cerdas mengakui, masih ada sejumlah anak usia sekolah di wilayah pedalaman Provinsi Papua yang sulit menjangkau sekolah karena jarak dari rumahnya ke sekolah sangat jauh, termasuk minimnya angkutan ataupun kendaraan lainnya yang bisa digunakan setiap hari.

Salah seorang guru Indonesia Cerdas yang ditempatkan pemerintah di Kabupaten Jayawijaya, Adrian menyatakan, rata-rata pemukiman warga berada di lereng gunung yang cukup jauh sehingga sulit dilalui kendaraan, ini berdampak terhadap anak -anak mereka ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tantangan dari anak sekolah, jarak rumah mereka dengan sekolah sangat jauh karena tinggal mereka di lereng-lereng gunung, kalau musim hujan, mereka jarang datang ke sekolah karena akses kendaraan masuk ke pemukiman susah, hanya sampai jalan utama saja,” ungkapnya Sabtu (21/5), kemarin.

Baca Juga :  Ramadan Penuh Berkah, Kodim 1702/JWY Memperingati Nuzulul Qur’an

Ia menyatakan, tantangan lain seperti yang dihadapi di SD Wadlangku, Distrik Wadlangku, Kabupaten Jayawijaya, adalah murid kelas 1-2 tidak fasih berbahasa Indonesia.

“Kalau kelas 1 memang sama sekali belum bisa bahasa Indonesia, makanya Pemkab mengambil kebijakan merekrut guru lokal supaya bisa membantu menangani kendala ini dengan mengajar menggunakan bahasa daerah,” katanya.

Adrian mengaku, sebagai tenaga pengajar di sana, dirinya mendambakan dukungan fasilitas seperti buku-buku untuk mendukung upaya mereka membantu anak-anak di pedalaman Papua untuk proses belajar-mengajar.

Ardian yang merupakan salah satu dari 50 tenaga guru yang dikirim oleh Yayasan Indonesia Cerdas ke Kabupaten Jayawijaya telah mengabdi selama 7 tahun sehingga sudah sering melihat kendala yang terjadi dalam proses belajar mengajar di wilayah terpencil.

Baca Juga :  Posko Tanggap Darurat Masih Tunggu Bantuan Bama

“Kami di Jayawijaya itu ada 50 orang yang sudah melayani selama tujuh tahun dari Tahun 2015 dan puji Tuhan, kami masih menjalin kerja sama dengan Pemkab Jayawijaya,”bebernya.(jo/tho)

WAMENA — Yayasan Indonesia Cerdas mengakui, masih ada sejumlah anak usia sekolah di wilayah pedalaman Provinsi Papua yang sulit menjangkau sekolah karena jarak dari rumahnya ke sekolah sangat jauh, termasuk minimnya angkutan ataupun kendaraan lainnya yang bisa digunakan setiap hari.

Salah seorang guru Indonesia Cerdas yang ditempatkan pemerintah di Kabupaten Jayawijaya, Adrian menyatakan, rata-rata pemukiman warga berada di lereng gunung yang cukup jauh sehingga sulit dilalui kendaraan, ini berdampak terhadap anak -anak mereka ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tantangan dari anak sekolah, jarak rumah mereka dengan sekolah sangat jauh karena tinggal mereka di lereng-lereng gunung, kalau musim hujan, mereka jarang datang ke sekolah karena akses kendaraan masuk ke pemukiman susah, hanya sampai jalan utama saja,” ungkapnya Sabtu (21/5), kemarin.

Baca Juga :  Dua Hari Terakhir, Pemkab Jayawijaya Telah Salurkan Batuan bagi Korban Banjir

Ia menyatakan, tantangan lain seperti yang dihadapi di SD Wadlangku, Distrik Wadlangku, Kabupaten Jayawijaya, adalah murid kelas 1-2 tidak fasih berbahasa Indonesia.

“Kalau kelas 1 memang sama sekali belum bisa bahasa Indonesia, makanya Pemkab mengambil kebijakan merekrut guru lokal supaya bisa membantu menangani kendala ini dengan mengajar menggunakan bahasa daerah,” katanya.

Adrian mengaku, sebagai tenaga pengajar di sana, dirinya mendambakan dukungan fasilitas seperti buku-buku untuk mendukung upaya mereka membantu anak-anak di pedalaman Papua untuk proses belajar-mengajar.

Ardian yang merupakan salah satu dari 50 tenaga guru yang dikirim oleh Yayasan Indonesia Cerdas ke Kabupaten Jayawijaya telah mengabdi selama 7 tahun sehingga sudah sering melihat kendala yang terjadi dalam proses belajar mengajar di wilayah terpencil.

Baca Juga :  Pimpin Apel Perdana, Langsung jelaskan Alasan Pemotongan TPP pada ASN

“Kami di Jayawijaya itu ada 50 orang yang sudah melayani selama tujuh tahun dari Tahun 2015 dan puji Tuhan, kami masih menjalin kerja sama dengan Pemkab Jayawijaya,”bebernya.(jo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya