alexametrics
31.7 C
Jayapura
Saturday, May 21, 2022

Warga dari Yalimo Diperiksa di Posko Wosi

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi bersama Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua  sekaligus Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom, SE, MSi saat meninjau lokasi Posko pemeriksaan untuk warga yang keluar masuk ke Yalimo di Distrik Wosilimo, Kamis (16/7). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa setiap warga dari Yalimo maupun Jayapura yang akan masuk wilayah Jayawijaya lewat jalan darat akan diperiksa di Posko Wosi. Selama ini, pemeriksan dilakukan oleh relawan yang menjaga batas ini, dan banyak mobil yang keluar masuk  selalu mengaku dari Yalimo. 

  “Kami bersama Ketua Asosiasi Bupati  hadir  untuk membuka  pos disini untuk melakukan pemeriksaan keluar masuk warga dari Kabupaten Yalimo,”ungkapnya Kamis (16/7) kemarin.

Baca Juga :  Posting Ujaran Kebencian di FB, Seorang Pemuda Diciduk 

   Pos ini diisi petugas kesehatan yang akan melakukan rapid test wajib bagi semua yang masuk dari Elelim atau Jayapura. Pos ini akan didukung TNI/Polri. Semua  mobil atau apapun akan disweeping juga disini, sehingga yang tidak punya SIM dari pada diamankan Polres Jayawijaya maka segera urus.

  “Langkah-langkah untuk kita meminimalisir masuknya wabah ini ke pegunungan tengah Papua sehingga posko ini dilakukan pembatasan besar-besaran sampai Desember.”jelas Jhon Banua

   Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Bupati Befa Yigibalom menyatakan Pos di daerah perbatasan antar kabupaten Jayawijaya dan Yalimo  karena sumber pandemic ada di Jayapura , sehingga dipastikan bahwa tidak orang yang masuk dari Jayapura tanpa mempunyai dokumen lengkap atau punya dokumen tapi akan dirapid tes ulang di  tempat ini.

Baca Juga :  3 Penyalur dan 1 Pembuat Miras Dibekuk

  “Kalau di kabupaten masing-masing seperti puncak Jaya, harus lakukan rapid tes di pintu masuk juga, kabupaten Tolikara harus lakukan rapid tes di Poganeri, Kabupaten Mamberamo tengah harus rapid tes di Wolo, dan di jalan masuk kelila Bokondini.” kata Befa yang meengaku para bupati juga diperiksa. (jo/tri)

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi bersama Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua  sekaligus Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom, SE, MSi saat meninjau lokasi Posko pemeriksaan untuk warga yang keluar masuk ke Yalimo di Distrik Wosilimo, Kamis (16/7). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa setiap warga dari Yalimo maupun Jayapura yang akan masuk wilayah Jayawijaya lewat jalan darat akan diperiksa di Posko Wosi. Selama ini, pemeriksan dilakukan oleh relawan yang menjaga batas ini, dan banyak mobil yang keluar masuk  selalu mengaku dari Yalimo. 

  “Kami bersama Ketua Asosiasi Bupati  hadir  untuk membuka  pos disini untuk melakukan pemeriksaan keluar masuk warga dari Kabupaten Yalimo,”ungkapnya Kamis (16/7) kemarin.

Baca Juga :  Penerbangan Perintis  ke 51 Distrik Kembali Beroperasi

   Pos ini diisi petugas kesehatan yang akan melakukan rapid test wajib bagi semua yang masuk dari Elelim atau Jayapura. Pos ini akan didukung TNI/Polri. Semua  mobil atau apapun akan disweeping juga disini, sehingga yang tidak punya SIM dari pada diamankan Polres Jayawijaya maka segera urus.

  “Langkah-langkah untuk kita meminimalisir masuknya wabah ini ke pegunungan tengah Papua sehingga posko ini dilakukan pembatasan besar-besaran sampai Desember.”jelas Jhon Banua

   Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Bupati Befa Yigibalom menyatakan Pos di daerah perbatasan antar kabupaten Jayawijaya dan Yalimo  karena sumber pandemic ada di Jayapura , sehingga dipastikan bahwa tidak orang yang masuk dari Jayapura tanpa mempunyai dokumen lengkap atau punya dokumen tapi akan dirapid tes ulang di  tempat ini.

Baca Juga :  3 Penyalur dan 1 Pembuat Miras Dibekuk

  “Kalau di kabupaten masing-masing seperti puncak Jaya, harus lakukan rapid tes di pintu masuk juga, kabupaten Tolikara harus lakukan rapid tes di Poganeri, Kabupaten Mamberamo tengah harus rapid tes di Wolo, dan di jalan masuk kelila Bokondini.” kata Befa yang meengaku para bupati juga diperiksa. (jo/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/