Ia juga mengaku lewat aksi ini meminta kepada PJ Gubernur Papua pegunungan dan Ketua MRP Papua Pegunungan bisa melantik putra daerah yang duduk sebagai kepala Dinas Kesehatan, karena SDM di Jayawijaya sudah siap.
“kami minta agar PJ Gubernur dan Ketua MRP segera melantik kadinkes Papua pegunungan yang baru , karena dari informasi yang kita dapatkan dari 6 orang yang mengikuti seleksi ada dua nama yang masuk sebagai kandidat Kadinkes Papua pegunungan, sehingga kami minta yang putra daerah yang di priositaskan,”bebernya
Ia mengaku tidak melarang teman -teman non Papua untuk menjadi Kepala Dinas di Papua Pegunungan, namun harus yang bersih tanpa ada tersandung kasus, oleh karena itu apabila aspirasi ini tidak di jawab maka kantor dinkes akan dipalang dengan ritual adat.
“ Kami akan buka kembali usai PJ Gubernur dan Ketua MRP melantik kepala Dinas Kesehatan yang definitive dari putra daerah, intinya jangan orang yang bermasalah dan yang dilantik harus putra daerah,”jelasnya.
Secara terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunuingan Herlina mengakui, jika aksi demo yang dilakukan ini merupakan aksi spontan sehingga pihaknya tidak tahu sama sekali dengan hal itu bahkan tidak ada surat pemberitahuan kepada dinas, soal tuntutan mereka pihaknya tak bisa menjawab karena itu kebijakan pemerintah daerah. “Mungkun kalau soal tuntutan mereka bisa tanyakan langsung kepada pimpinan daerah, kami sama sekali tidak tahu menahu dengan hal itu,” tutupnya (jo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos