Masih Rawan Longsor, Material Tanah Belum Diangkat
WAMENA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya bersama tim gabungan lintas instansi hari ini secara intensif melakukan upaya penanganan darurat pasca-kejadian tanah longsor yang melanda wilayah Kampung Pobiatma Distrik Asotipo sebab hingga saat ini material belum bisa diangkat karena masih basah (rawan longsor).
Plt Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya, Edison Wetipo. S.Sos menyatakan langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan aksesibilitas yang sempat terputus akibat timbunan material tanah dan bebatuan yang setiap kali hujan masih terus terbawa oleh air yang turun dari atas ke tempat yang rendah.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir disinyalir menjadi pemicu utama pergerakan tanah sehingga material itu menumpuk di 12 perumahan warga yang ada di wilayah itu,”ungkapnya Jumat (2/1) di Wamena.
Menurutnya, berdasarkan asesmen awal di lapangan dampak dari longsoran itu menutup akses jalan dimana, beberapa titik jalan penghubung antar-kampung tertutup material longsor dengan ketebalan variatif, sehingga ada 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat pergeseran tanah.
“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun beberapa keluarga telah dievakuasi ke titik pengungsian yang lebih aman.”jelasnya Edison
Kata Wetipo langkah penanganan darurat, BPBD akan mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan tindakan-tindakan bersama dengan dinas teknis khususnya dalam pembersihan Material dengan Pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan utama yang tertimbun.
Masih Rawan Longsor, Material Tanah Belum Diangkat
WAMENA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya bersama tim gabungan lintas instansi hari ini secara intensif melakukan upaya penanganan darurat pasca-kejadian tanah longsor yang melanda wilayah Kampung Pobiatma Distrik Asotipo sebab hingga saat ini material belum bisa diangkat karena masih basah (rawan longsor).
Plt Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya, Edison Wetipo. S.Sos menyatakan langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan aksesibilitas yang sempat terputus akibat timbunan material tanah dan bebatuan yang setiap kali hujan masih terus terbawa oleh air yang turun dari atas ke tempat yang rendah.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir disinyalir menjadi pemicu utama pergerakan tanah sehingga material itu menumpuk di 12 perumahan warga yang ada di wilayah itu,”ungkapnya Jumat (2/1) di Wamena.
Menurutnya, berdasarkan asesmen awal di lapangan dampak dari longsoran itu menutup akses jalan dimana, beberapa titik jalan penghubung antar-kampung tertutup material longsor dengan ketebalan variatif, sehingga ada 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat pergeseran tanah.
“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun beberapa keluarga telah dievakuasi ke titik pengungsian yang lebih aman.”jelasnya Edison
Kata Wetipo langkah penanganan darurat, BPBD akan mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan tindakan-tindakan bersama dengan dinas teknis khususnya dalam pembersihan Material dengan Pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan utama yang tertimbun.