MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika baru-baru ini menyalurkan bantuan makanan (Bama) kepada masyarakat korban pengungsi di Distrik Jila. Bantuan makanan yang disalurkan sebanyak 32 ton yang terdiri dari beras, telur, mie instan, bumbu dapur, sabun mandi dan lain-lain.
Bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam meyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 di lokasi pengungsian. Bantuan-bantuan tersebut mulai didistribusikan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 22, 23 hingga 24 Desember 2025.
Perlu diketahui, gelombanng pengungsian ini mulai terjadi pasca operasi penyisiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 10 Desember 2025 lalu. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat meninggalkan kampung halaman, rumah, ternak hingga kebun yang menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan dalam masa-masa sulit.
Akibatnya, masyarakat menjadi terisolasi. Layanan kesehatan, pendidikan hingga aktivitas pemerintahan di distrik pun lumpuh. Akses untuk mendapatkan pasokan makanan pun terbatas.
Tokoh Pemuda Distrik Jila, Elly Dolame kepada media ini menyebutkan bahwa bantuan-bantuan tersebut sangatlah membantu meringankan beban masyarakat selama Nataru. “Bantuan ini sangat membantu sekali,” tutur Elly.
Elly menyebutkan bahwa bantuan-bantuan tersebut kini telah dibagikan kepada seluruh masyarakat yang mengungsi di tiga kampung di sekitaran ibu kota distrik.
MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika baru-baru ini menyalurkan bantuan makanan (Bama) kepada masyarakat korban pengungsi di Distrik Jila. Bantuan makanan yang disalurkan sebanyak 32 ton yang terdiri dari beras, telur, mie instan, bumbu dapur, sabun mandi dan lain-lain.
Bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam meyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 di lokasi pengungsian. Bantuan-bantuan tersebut mulai didistribusikan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 22, 23 hingga 24 Desember 2025.
Perlu diketahui, gelombanng pengungsian ini mulai terjadi pasca operasi penyisiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 10 Desember 2025 lalu. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat meninggalkan kampung halaman, rumah, ternak hingga kebun yang menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan dalam masa-masa sulit.
Akibatnya, masyarakat menjadi terisolasi. Layanan kesehatan, pendidikan hingga aktivitas pemerintahan di distrik pun lumpuh. Akses untuk mendapatkan pasokan makanan pun terbatas.
Tokoh Pemuda Distrik Jila, Elly Dolame kepada media ini menyebutkan bahwa bantuan-bantuan tersebut sangatlah membantu meringankan beban masyarakat selama Nataru. “Bantuan ini sangat membantu sekali,” tutur Elly.
Elly menyebutkan bahwa bantuan-bantuan tersebut kini telah dibagikan kepada seluruh masyarakat yang mengungsi di tiga kampung di sekitaran ibu kota distrik.