Friday, June 14, 2024
23.7 C
Jayapura

Perempuan Asli Papua Didorong Jadi Wirausahawan 

MERAUKE– Dalam rangka mendorong dan memotivasi perempuan-rperempuan asli Papua terjun di wirausaha,  Sekolah Restorasi dan Politik Perempuan Rumah Aspirasi  Sulaiman Hamzah memberikan pelatihan dan inspiratif kepada sekitar 80—an perempuan asli Papua di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah,  Jalan Nowari, Merauke, Sabtu  (25/05/2024).

    Dosen Universitas Musamus Merauke Tarsisius Kana yang menjadi pemateri bagi para peserta tersebut mengungkapkan bahwa  kegiatan yang berlangsung sehari   ini dalam rangka memberikan motivasi dan mendorong  perempuan-perempuan asli Papua  tersebut untuk dapat terjun di dunia wirausaha.   

‘’Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan materi tapi juga menampilkan sejumlah orang asli Papua yang sukses di wira usaha. Salah satunya, adalah Maximus Gladiator  Papua. Itu salah satunya yang bisa menjadi inspiratif. Kalau seorang Maximus Gladiator  bisa mengapa kita tidak bisa,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dua Ruang PAUD dan Terapi Anak Disabilitas Rampung     

  Tarsius Kana yang juga terjun di  wirausaha mengaku bahwa untuk memulai sebuah usaha, pertama-tama  adalah niat. Bukan modal. 

‘’Terkadang orang  mengatakan  tidak memiliki modal. Padahal yang pertama adalah niat. Justru seorang wirausaha, tanpa modal (dalam arti uang,red)  sebenarnya bisa berwirausaha,’’ jelasnya.

Menurutnya, dalam hal modal tidak hanya mengartikan secara sempit  uang. Tapi, modal disini  bisa juga berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi.

‘’Seperti  saya ini, bisa diundang kemana-mana karena memiliki kemampuaan berkomunikasi. Dan kemampuan berkomunikasi ini menjadi modal bagi saya. Lalu  niat modal. Percaya diri modal, keberanian dan sebagainya,’’ terangnya.

Tarsisius meyakini  perempuan-perempuan asli Papua yang mengikuti kegiatan tersebut sangat bisa karena buktinya sudah banyak yang berhasil.

Baca Juga :  Karteker PPS Kewenangan Mendagri

‘’Bagaimana sumber daya alam yang melimpah di Papua ini tidak hanya saudara-saudara kita yang datang dari luar Papua tapi diharapkan lebih banyak dimanfaatkan oleh orang-orang asli Papua.,’’ katanya.

Dia berharap, mereka yang mengikuti  kegiatan ini setelah selesai tidak hanya berhenti sampai disitu tapi  lebih dari itu ada yang memulai dengan pendampingan  dari instansi tehnis pemerintah. ‘’Harus diberikan pendampingan saat memulai  suatu wirausaha,’’ tambahnya. (ulo)   

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

MERAUKE– Dalam rangka mendorong dan memotivasi perempuan-rperempuan asli Papua terjun di wirausaha,  Sekolah Restorasi dan Politik Perempuan Rumah Aspirasi  Sulaiman Hamzah memberikan pelatihan dan inspiratif kepada sekitar 80—an perempuan asli Papua di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah,  Jalan Nowari, Merauke, Sabtu  (25/05/2024).

    Dosen Universitas Musamus Merauke Tarsisius Kana yang menjadi pemateri bagi para peserta tersebut mengungkapkan bahwa  kegiatan yang berlangsung sehari   ini dalam rangka memberikan motivasi dan mendorong  perempuan-perempuan asli Papua  tersebut untuk dapat terjun di dunia wirausaha.   

‘’Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan materi tapi juga menampilkan sejumlah orang asli Papua yang sukses di wira usaha. Salah satunya, adalah Maximus Gladiator  Papua. Itu salah satunya yang bisa menjadi inspiratif. Kalau seorang Maximus Gladiator  bisa mengapa kita tidak bisa,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Masih Tunggu BPKP Hitung Kerugian Negara

  Tarsius Kana yang juga terjun di  wirausaha mengaku bahwa untuk memulai sebuah usaha, pertama-tama  adalah niat. Bukan modal. 

‘’Terkadang orang  mengatakan  tidak memiliki modal. Padahal yang pertama adalah niat. Justru seorang wirausaha, tanpa modal (dalam arti uang,red)  sebenarnya bisa berwirausaha,’’ jelasnya.

Menurutnya, dalam hal modal tidak hanya mengartikan secara sempit  uang. Tapi, modal disini  bisa juga berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi.

‘’Seperti  saya ini, bisa diundang kemana-mana karena memiliki kemampuaan berkomunikasi. Dan kemampuan berkomunikasi ini menjadi modal bagi saya. Lalu  niat modal. Percaya diri modal, keberanian dan sebagainya,’’ terangnya.

Tarsisius meyakini  perempuan-perempuan asli Papua yang mengikuti kegiatan tersebut sangat bisa karena buktinya sudah banyak yang berhasil.

Baca Juga :  PLBN Sota Sudah Buka Lima Hari  Bagi Warga PNG

‘’Bagaimana sumber daya alam yang melimpah di Papua ini tidak hanya saudara-saudara kita yang datang dari luar Papua tapi diharapkan lebih banyak dimanfaatkan oleh orang-orang asli Papua.,’’ katanya.

Dia berharap, mereka yang mengikuti  kegiatan ini setelah selesai tidak hanya berhenti sampai disitu tapi  lebih dari itu ada yang memulai dengan pendampingan  dari instansi tehnis pemerintah. ‘’Harus diberikan pendampingan saat memulai  suatu wirausaha,’’ tambahnya. (ulo)   

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya