100 Ton Minyak Goreng Satu Harga Tiba 6 Maret

MERAUKE-  Minyak goreng satu harga yang diterapkan pemerintah dalam membantu masyarakat terkkait dengan melambungnya harga minyak goreng tersebut akan segera tiba di Merauke. Kepala Dinas Perindakop dan UMKM Kabupaten Merauke, Erik  Rumlus, SE melalui Kabag Perdagangan  Tetes Gunanto, SE, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (22/2) mengungkapkan, seiring dengan penerapan satu  harga yang diberlakukan pemerintah untuk  minyak goreng tersebut, pihaknya akan berkoloborasi dengan sebuah  perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi di Kabupaten Merauke untuk mendatangkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 perliternya.  ‘’Insyah Allah, 6 Maret besok, kapal yang membawa minyak goreng satu harga itu akan sandar di  pelabuhan Merauke,’’ kata Tetes Gunanto.

Dikatakan, pihaknya akan kerja sama dengan perusahaan tersebut  untuk mendistribusikan minyak goreng  satu harga ini ke masyarakat.  ‘’Kemungkinan 2 hari setelah kapal sandar, minyak goreng sudah bisa didistribusikan ke masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Minyak Goreng Curah Belum Masuk di Pasar  Tradisional

Dikatakan, sebanyak 100 ton minyak goreng akan didatangkan ke Merauke dan diharapkan dapat kontinyu setiap bulannya.  Soal mekanisme penyaluran, Tetes Gunanto menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan  kelurahan  untuk menjual minyak goreng satu harga ini ke masyarakat.

Agar  tidak ada yang doubel, jelas dia, maka setiap setiap kepala  keluarga (KK) hanya mendapatkan 5 liter minyak goreng tersebut. ‘’Mekanismenya seperti apa , ini yang masih kita akan rapatkan bersama dengan kelurahan-kelurahan. Apakah nanti setiap KK membawa kartu keluarga atau bagaimana, nanti kita bicarakan teknisnya. Kalau tidak begitu, nanti ada yang doubel  dan ada yang tidak dapat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bank Mandiri Region XII Siapkan Uang Tunai Rp 603 Miliar

Sedangkan untuk UMKM, jelas dia,  rencananya akan  mendapatkan 25 liter. Sebab, minyak goreng ini dikemas dalam jerigen 25 liter.   Tetes Gunanto menjelaskan lebih lanjut, setelah  masyarakat yang ada di dalam kota terlayani maka  akan dilanjutkan ke masyarakat yang ada di  luar kota, diantaranya eks transmigrasi. Untuk warga di luar kota,  kata Tetes Gunanto, pihaknya akan  kerja sama dengan aliansi petani Merauke untuk distribusi minyak goreng satu harga ini.

Dia berharap, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah  Merauke  bisa turut andil dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng satu harga ini. (ulo/tho)   

MERAUKE-  Minyak goreng satu harga yang diterapkan pemerintah dalam membantu masyarakat terkkait dengan melambungnya harga minyak goreng tersebut akan segera tiba di Merauke. Kepala Dinas Perindakop dan UMKM Kabupaten Merauke, Erik  Rumlus, SE melalui Kabag Perdagangan  Tetes Gunanto, SE, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (22/2) mengungkapkan, seiring dengan penerapan satu  harga yang diberlakukan pemerintah untuk  minyak goreng tersebut, pihaknya akan berkoloborasi dengan sebuah  perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi di Kabupaten Merauke untuk mendatangkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 perliternya.  ‘’Insyah Allah, 6 Maret besok, kapal yang membawa minyak goreng satu harga itu akan sandar di  pelabuhan Merauke,’’ kata Tetes Gunanto.

Dikatakan, pihaknya akan kerja sama dengan perusahaan tersebut  untuk mendistribusikan minyak goreng  satu harga ini ke masyarakat.  ‘’Kemungkinan 2 hari setelah kapal sandar, minyak goreng sudah bisa didistribusikan ke masyarakat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Ketersediaan Pangan di Papua Masih Stabil

Dikatakan, sebanyak 100 ton minyak goreng akan didatangkan ke Merauke dan diharapkan dapat kontinyu setiap bulannya.  Soal mekanisme penyaluran, Tetes Gunanto menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan  kelurahan  untuk menjual minyak goreng satu harga ini ke masyarakat.

Agar  tidak ada yang doubel, jelas dia, maka setiap setiap kepala  keluarga (KK) hanya mendapatkan 5 liter minyak goreng tersebut. ‘’Mekanismenya seperti apa , ini yang masih kita akan rapatkan bersama dengan kelurahan-kelurahan. Apakah nanti setiap KK membawa kartu keluarga atau bagaimana, nanti kita bicarakan teknisnya. Kalau tidak begitu, nanti ada yang doubel  dan ada yang tidak dapat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dari 51 Izin Lokasi di Tahun 2007-2008, Kini  Tersisa 23 Perusahaan

Sedangkan untuk UMKM, jelas dia,  rencananya akan  mendapatkan 25 liter. Sebab, minyak goreng ini dikemas dalam jerigen 25 liter.   Tetes Gunanto menjelaskan lebih lanjut, setelah  masyarakat yang ada di dalam kota terlayani maka  akan dilanjutkan ke masyarakat yang ada di  luar kota, diantaranya eks transmigrasi. Untuk warga di luar kota,  kata Tetes Gunanto, pihaknya akan  kerja sama dengan aliansi petani Merauke untuk distribusi minyak goreng satu harga ini.

Dia berharap, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah  Merauke  bisa turut andil dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng satu harga ini. (ulo/tho)   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya