Sunday, January 25, 2026
27.2 C
Jayapura

Pembangunan di Boven Digoel Harus Berkesinambungan

MERAUKE – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa berharap Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel, Roni Omba-Marinus menerapkan tiga hal. Ketiga hal tersebut yakni rendah hati, kesederhanaan, dan kelemahlembutan saat kampanye tetap dibawa dalam kepemimpinan sampai berakhir pada 2030.

Hal itu disampaikannya disela-sela serah terima jabatan dari Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel sebelumnya, Hengky Yaluwo-Lexi Romel Wagiu kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih Roni Omba-Marinus di Hotel Panda Merauke, Sabtu (18/10).

“Jangan hanya pada saat kampanye saja dibawa, simbol-simbol gereja dibawa, tetapi begitu mendapatkan jabatan dan kursi, semua hilang,”katanya mengingatkan.

Wagub Paskalis menegaskan, masyarakat membutuhkan pelayanan. Ia menyebut Kabupaten Boven Digoel adalah kabupaten birlian karena masyarakatnya membutuhkan literasi. Ia barharap, pemimpin di Boven Digoel harus menjadi literasi untuk masyarakat, ketika tidak menjadi literasi maka masyarakat akan menyampaikan bahwa pemimpin tidak baik, tidak dekat dengan mereka.

Baca Juga :  Tiga Bus Damri Resmi Layani ASN di Sarmi, Dorong Terminal Baru Segera Dibangun

MERAUKE – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa berharap Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel, Roni Omba-Marinus menerapkan tiga hal. Ketiga hal tersebut yakni rendah hati, kesederhanaan, dan kelemahlembutan saat kampanye tetap dibawa dalam kepemimpinan sampai berakhir pada 2030.

Hal itu disampaikannya disela-sela serah terima jabatan dari Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel sebelumnya, Hengky Yaluwo-Lexi Romel Wagiu kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih Roni Omba-Marinus di Hotel Panda Merauke, Sabtu (18/10).

“Jangan hanya pada saat kampanye saja dibawa, simbol-simbol gereja dibawa, tetapi begitu mendapatkan jabatan dan kursi, semua hilang,”katanya mengingatkan.

Wagub Paskalis menegaskan, masyarakat membutuhkan pelayanan. Ia menyebut Kabupaten Boven Digoel adalah kabupaten birlian karena masyarakatnya membutuhkan literasi. Ia barharap, pemimpin di Boven Digoel harus menjadi literasi untuk masyarakat, ketika tidak menjadi literasi maka masyarakat akan menyampaikan bahwa pemimpin tidak baik, tidak dekat dengan mereka.

Baca Juga :  HUT ke 119 Tahun Misi Katolik Papua Selatan Akan Dihadiri 3.000 Umat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya