alexametrics
27.7 C
Jayapura
Monday, May 16, 2022

Umat Buddha Diajak Tetap Jaga Kerukunan

Umat Buddha saat merayakan Waisak dengan memandikan patung Buddha  di Wihara Arya Dharma Merauke,  Minggu (19/5) kemarin.  ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Umat Buddha  yang ada di Merauke memperingati  Waisak dengan sembahyang di  Wihara Arya Dharma Merauke, Minggu  (19/5).  Sembahyang   ini dipimpin Romo Panditha Eko Purwanto.  Kepada wartawan seusai sembahyang, Eko  Purwanto menjelaskan bahwa Waisak  atau biasa disebut Trisuci Waisak ini memperingati kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama. 

   ‘’Jadi Waisak ini adalah memperingati 3 hal  penting yakni  kelahiran  lalu pencapaian penerangan sempurna oleh pertama Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama,’’ kata Eko.  

    Menurutnya, Buddha meninggal  dunia pada usia 80 tahun sementara ia mencapai   penerangan agung pada umur 35tahun. Dengan tema   pada perayaan Waisak  tahun ini mencintai tanah air, Pandhita  Eko Purwanto mengharapkan dan mengajak untuk semua  agar  sama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kerukunan dan sikap toleransi antar umat  beragama. Lalu antar umat beragama dengan pemerintah. 

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan di Bupul Masih Buron

  ‘’Itu yang utama . Karena kerukunan itu asset dari persatuan. Karena persatuan dalam perbedaan itu  sangat  indah,’’ jelasnya.   Iapun  berdoa dan  berharap bangsa Indonesia dijauhkan dari  perpencahan,  kejahatan dan tindakan-tindakan anarkis. ‘’Kita berharap    bangsa kita selalu bersatu padu dan saling mencintai antar sesama dan mencintai  tanah air,’’  harapnya. 

    Hal yang sama disampaikan Ketua Wihara Arya Dharma Merauke Afeng. Menurutnya    dengan tema Hari Waisak Tahun 2019 mencintai  tanah air  berharap ke depan akan   lebih baik/ ‘’Mudah-mudahan ke depan akan semakin baik. Dan sesuai dengan tema tahun ini, diharapkan kita  bersama dan semakin baik dan kita dijauhkan dari musibah alam,’’ tandasnya.  

Baca Juga :  Pemkab Boven Digoel Perpanjang  Penutupan  Akses Jalan

   Perayaan itu diawali ritual puja bhakti, selanjutnya mengelilingi Wihara beberapa kali dan  terakhir adalah melakukan pemandian  patung buddha dan tabur bunga di patung buddha.  (ulo/tri)

Umat Buddha saat merayakan Waisak dengan memandikan patung Buddha  di Wihara Arya Dharma Merauke,  Minggu (19/5) kemarin.  ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Umat Buddha  yang ada di Merauke memperingati  Waisak dengan sembahyang di  Wihara Arya Dharma Merauke, Minggu  (19/5).  Sembahyang   ini dipimpin Romo Panditha Eko Purwanto.  Kepada wartawan seusai sembahyang, Eko  Purwanto menjelaskan bahwa Waisak  atau biasa disebut Trisuci Waisak ini memperingati kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama. 

   ‘’Jadi Waisak ini adalah memperingati 3 hal  penting yakni  kelahiran  lalu pencapaian penerangan sempurna oleh pertama Gautama dan mangkatnya sang Buddha Gautama,’’ kata Eko.  

    Menurutnya, Buddha meninggal  dunia pada usia 80 tahun sementara ia mencapai   penerangan agung pada umur 35tahun. Dengan tema   pada perayaan Waisak  tahun ini mencintai tanah air, Pandhita  Eko Purwanto mengharapkan dan mengajak untuk semua  agar  sama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kerukunan dan sikap toleransi antar umat  beragama. Lalu antar umat beragama dengan pemerintah. 

Baca Juga :  415 Siswa SMAN I Siap Ikuti Ujian Sekolah

  ‘’Itu yang utama . Karena kerukunan itu asset dari persatuan. Karena persatuan dalam perbedaan itu  sangat  indah,’’ jelasnya.   Iapun  berdoa dan  berharap bangsa Indonesia dijauhkan dari  perpencahan,  kejahatan dan tindakan-tindakan anarkis. ‘’Kita berharap    bangsa kita selalu bersatu padu dan saling mencintai antar sesama dan mencintai  tanah air,’’  harapnya. 

    Hal yang sama disampaikan Ketua Wihara Arya Dharma Merauke Afeng. Menurutnya    dengan tema Hari Waisak Tahun 2019 mencintai  tanah air  berharap ke depan akan   lebih baik/ ‘’Mudah-mudahan ke depan akan semakin baik. Dan sesuai dengan tema tahun ini, diharapkan kita  bersama dan semakin baik dan kita dijauhkan dari musibah alam,’’ tandasnya.  

Baca Juga :  50 Persen Kampung di Merauke Jadi Temuan Inpektorat

   Perayaan itu diawali ritual puja bhakti, selanjutnya mengelilingi Wihara beberapa kali dan  terakhir adalah melakukan pemandian  patung buddha dan tabur bunga di patung buddha.  (ulo/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/