MERAUKE – Ruas jalan Merauke–Ndalir rusak akibat hantaman ombak yang dipicu pasang surut air laut. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting warga, namun kondisinya kerap rusak berulang kali akibat faktor alam.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo turun langsung ke lapangan meninjau sekaligus mengidentifikasi dan menginventarisasi kerusakan jalan itu Rabu (14/1).
Peninjauan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan dan Dinas Pekerjaan Umum provinsi setempat.
“Identifikasi dan inventarisasi ini kita lakukan untuk kita usulkan dalam perencanaan perbaikan, peningkatan, maupun pembangunan ruas-ruas jalan provinsi,” kata Gubernur Apolo di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan di ruas Merauke–Ndalir tidak bisa ditangani dengan perbaikan jalan semata, lantaran berada di wilayah pesisir, badan jalan kerap menerima hantaman langsung ombak saat pasang naik.
Untuk itu,kata dia, Dinas PU perlu bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian depan. Dengan skema ini, energi ombak diharapkan dapat diredam terlebih dahulu sebelum mencapai badan jalan.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
MERAUKE – Ruas jalan Merauke–Ndalir rusak akibat hantaman ombak yang dipicu pasang surut air laut. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting warga, namun kondisinya kerap rusak berulang kali akibat faktor alam.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo turun langsung ke lapangan meninjau sekaligus mengidentifikasi dan menginventarisasi kerusakan jalan itu Rabu (14/1).
Peninjauan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan dan Dinas Pekerjaan Umum provinsi setempat.
“Identifikasi dan inventarisasi ini kita lakukan untuk kita usulkan dalam perencanaan perbaikan, peningkatan, maupun pembangunan ruas-ruas jalan provinsi,” kata Gubernur Apolo di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan di ruas Merauke–Ndalir tidak bisa ditangani dengan perbaikan jalan semata, lantaran berada di wilayah pesisir, badan jalan kerap menerima hantaman langsung ombak saat pasang naik.
Untuk itu,kata dia, Dinas PU perlu bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai guna menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian depan. Dengan skema ini, energi ombak diharapkan dapat diredam terlebih dahulu sebelum mencapai badan jalan.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos