MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke menerima hibah 33 unit bus PON XX dari Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke Fransiskus Anggawen menjelaskan bahwa dari 33 unit bus PON XX yang dihibahkan gubernur Papua ke Pemerintah Kabupaten Merauke tersebut, 15 diantaranya sudah ada di Merauke yang didatangkan dan dipakai untuk klaster Merauke pada pelaksanaan PON XX.
‘Untuk 15 unit itu sudah ada di Merauke, sedangkan 18 unit lainnya didatangkan dari Jayapura,’’ katanya. kata Fransiskus Anggawen, Jumat (10/12).
Frans Anggawen menjelaskan bahwa untuk 15 unit yang sudah ada, sudah diminta bupati Merauke yang pembagiannya nanti akan diatur langsung oleh bupati. “Sementara 18 unit yang sementara kita tunggu dari Jayapura, kemungkinan akan diserahkan ke Damri untuk dikelola. Karena Damri yang minta,” jelasnya.
Ditanya soal adanya pemintaan bus dari SMA Satap Wasur, Fransiskus Anggawen mengaku bahwa permintaan tersebut akan diakomodir. Namun Frans Anggawen bahwa untuk bus yang melayani anak sekolah tersebut kemungkinan akan ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan.
“Kemungkinan kita yang akan tangani langsung. Karena kalau dikasih ke sekolah, rata-rata tidak bisa berjalan. Karena dana bos untuk sekolah tidak ada alokasi yang diperuntukan untuk perawatan. Tapi untuk pendidikan,” jelasnya.
Frans menambahakan bahwa untuk anak sekolah keluar kota akan diserahkan ke Damri untuk melayani anak-anak sekolah tersebut. “Seperti ke Tanah Miring, Kurik nanti kita minta minta Damri untuk layani mereka,” jelasnya. (ulo/tri)
Merauke Terima Hibah 33 Unit Bus PON Papua

MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke menerima hibah 33 unit bus PON XX dari Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke Fransiskus Anggawen menjelaskan bahwa dari 33 unit bus PON XX yang dihibahkan gubernur Papua ke Pemerintah Kabupaten Merauke tersebut, 15 diantaranya sudah ada di Merauke yang didatangkan dan dipakai untuk klaster Merauke pada pelaksanaan PON XX.
‘Untuk 15 unit itu sudah ada di Merauke, sedangkan 18 unit lainnya didatangkan dari Jayapura,’’ katanya. kata Fransiskus Anggawen, Jumat (10/12).
Frans Anggawen menjelaskan bahwa untuk 15 unit yang sudah ada, sudah diminta bupati Merauke yang pembagiannya nanti akan diatur langsung oleh bupati. “Sementara 18 unit yang sementara kita tunggu dari Jayapura, kemungkinan akan diserahkan ke Damri untuk dikelola. Karena Damri yang minta,” jelasnya.
Ditanya soal adanya pemintaan bus dari SMA Satap Wasur, Fransiskus Anggawen mengaku bahwa permintaan tersebut akan diakomodir. Namun Frans Anggawen bahwa untuk bus yang melayani anak sekolah tersebut kemungkinan akan ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan.
“Kemungkinan kita yang akan tangani langsung. Karena kalau dikasih ke sekolah, rata-rata tidak bisa berjalan. Karena dana bos untuk sekolah tidak ada alokasi yang diperuntukan untuk perawatan. Tapi untuk pendidikan,” jelasnya.
Frans menambahakan bahwa untuk anak sekolah keluar kota akan diserahkan ke Damri untuk melayani anak-anak sekolah tersebut. “Seperti ke Tanah Miring, Kurik nanti kita minta minta Damri untuk layani mereka,” jelasnya. (ulo/tri)