Ia juga menekankan agar para mahasiswa cepat beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka bertugas, serta wajib menjaga etika dan kearifan lokal masyarakat Keerom. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya sekadar mengajar, melainkan juga harus mau belajar.
“Belajar kearifan lokal, bahasa, dan cara hidup masyarakat di kampung. Dengan begitu KKN ini menjadi ajang pertukaran ilmu yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Keerom berharap terjalin sinergi yang kuat antara dunia perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat demi mewujudkan Papua Cerdas.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN Mandiri FKIP Uncen, Dr. Sirjon S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penempatan 96 mahasiswa di lima kampung tersebut merupakan upaya pemerataan jangkauan pengabdian kampus di wilayah Keerom.
“Ini sudah beberapa kali kami melaksanakan KKN di Kabupaten Keerom. Semester kemarin di Arso Timur, kali ini kami fokuskan di kampung-kampung yang lain yang belum tersentuh oleh kami,” ungkap Sirjon.
Terkait program kerja, Sirjon menegaskan bahwa sasaran utamanya adalah pendidikan dasar, yakni literasi dan numerasi.
“Fokus kami adalah untuk penguatan literasi dan numerasi. Jadi, bagaimana menguatkan literasi dan numerasi dengan tetap memanfaatkan kearifan lokal setempat,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q