Tuesday, January 20, 2026
22.9 C
Jayapura

Pesparawi XIV Resmi Ditutup, Biak, Puncak dan Jawijaya Juara Umum

“Pesparawi pasti ada kekurangan di sana sini, permohonan maaf atas nama pemerintah, hal-hal yang kurang saya harap bisa dimaafkan,” ucap Gusbager. Gusbager bersyukur Pesparawi bisa sukses di Keerom. Menurutnya, ini juga akan menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Keerom untuk mendatangkan iven-iven akbar lainnya.

“Ini iven besar yang pertama kita gelar di Keerom. Masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh orang Keerom untuk Papua dan Indonesia. Suatu saat akan ada MTQ, Pesparani dilaksanakan di Keerom, kita mulai hari ini dan sejarah itu terjadi di Keerom,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan bahwa Pesparawi kali ini penuh dengan rintangan. Dimana panitia harus berjibaku menyiapkan penyelenggaraan di tengah pesta Pilres, Pemilu dan Pilkada.

Baca Juga :  Darwin Tobing: Kita Ingin Anak-anak yang Cerdas, Unggul dan Bersaing

“Dengan segala dinamika, Pesparawi bisa sukses karena kasih karunia Tuhan,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pesparawi XIV memperlombakan 12 kategori nasional dan 6 kategori muatan lokal. Adapun materi lomba nasional yang diperlombakan diantaranya, Solo Anak 7-9 tahun, Solo Anak 10-13 tahun, Solo Remaja Putra 16-24 tahun, Solo Remaja Putri 16-24 tahun, Vokal Grup, Musik Pop Gerejawi, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja Putra, Paduan Suara Dewasa Putra, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Campuran dan Paduan Suara Musik Gereja Nasional.

Kemudian enam nomor lomba muatan lokal ada CCA 7-16 tahun, CCA putra/putri 16-24 tahun, Kwartet, Trio, Etnik Inkulturasi 7-15 tahun dan Etnik Inkulturasi 17-24 tahun. (eri/ade).

Baca Juga :  Motor Hilang 2 Jam,  Bhabinkamtibmas Temukan di  Ladang Warga

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

“Pesparawi pasti ada kekurangan di sana sini, permohonan maaf atas nama pemerintah, hal-hal yang kurang saya harap bisa dimaafkan,” ucap Gusbager. Gusbager bersyukur Pesparawi bisa sukses di Keerom. Menurutnya, ini juga akan menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Keerom untuk mendatangkan iven-iven akbar lainnya.

“Ini iven besar yang pertama kita gelar di Keerom. Masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh orang Keerom untuk Papua dan Indonesia. Suatu saat akan ada MTQ, Pesparani dilaksanakan di Keerom, kita mulai hari ini dan sejarah itu terjadi di Keerom,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan bahwa Pesparawi kali ini penuh dengan rintangan. Dimana panitia harus berjibaku menyiapkan penyelenggaraan di tengah pesta Pilres, Pemilu dan Pilkada.

Baca Juga :  TPP 5.300 ASN/ P3K Tuntas Dibayarkan, Totalnya Rp 26 Miliar

“Dengan segala dinamika, Pesparawi bisa sukses karena kasih karunia Tuhan,” tutupnya.

Sebagai informasi, Pesparawi XIV memperlombakan 12 kategori nasional dan 6 kategori muatan lokal. Adapun materi lomba nasional yang diperlombakan diantaranya, Solo Anak 7-9 tahun, Solo Anak 10-13 tahun, Solo Remaja Putra 16-24 tahun, Solo Remaja Putri 16-24 tahun, Vokal Grup, Musik Pop Gerejawi, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja Putra, Paduan Suara Dewasa Putra, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Campuran dan Paduan Suara Musik Gereja Nasional.

Kemudian enam nomor lomba muatan lokal ada CCA 7-16 tahun, CCA putra/putri 16-24 tahun, Kwartet, Trio, Etnik Inkulturasi 7-15 tahun dan Etnik Inkulturasi 17-24 tahun. (eri/ade).

Baca Juga :  Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Keras

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya