Wednesday, February 28, 2024
26.7 C
Jayapura

Disdikbud: APS di Biak Anak Usia 7-15 Tahun Tertinggi di Papua

BIAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyebut angka partisipasi sekolah (APS) anak usia 7-15 tahun jenjang pendidikan SD-SMP tertinggi di Papua pada 2023 mencapai 100 persen atau 7.000 lebih kurang siswa telah sekolah.

“Dibanding APS Jayapura anak usia 7-15 tahun pada 2023 sebesar 95,95 persen dan Kota Jayapura 98,03 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin di Biak, Minggu.

Ia mengakui semua anak usia 7 tahun hingga 15 tahun di Biak Numfor telah menempuh pendidikan di sekolah dasar dan SMP. Kamaruddin mengakui dengan pencapaian APS Biak Numfor tertinggi berarti adanya kesadaran dari orang tua memberikan dukungan anak untuk bersekolah. Dia berharap tingkat APS usia anak 7-15 Biak Numfor pada 2024 terus dipertahankan karena menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan.

Baca Juga :  Dorong Pengembangan Soft Skill Siswa SMA Melalui OSIS

Program lain pendidikan yang berhasil selama 2023, lanjut dia, kenaikan kemampuan numerasi atau kemampuan berhitung bagi anak-anak SD dan SMP. Kenaikan kemampuan numerasi bagi anak di Biak, lanjut dia, sebagai dampak kerja sama dengan lembaga pendidikan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya binaan Prof Yohanes Surya.

Sedangkan untuk program kemampuan literasi atau baca tulis siswa di SD negeri dan SD swasta, menurut Kamaruddin, selama 2023 juga mengalami kenaikan 10,66 poin dari sebelumnya dengan skor 41.

Bidang iklim keamanan sekolah, lanjut Kamaruddin, skor di atas 60 atau hijau di SD umum negeri dan swasta. Sedangkan bidang iklim kebhinekaan sekolah, lanjut dia, sangat kondusif tidak pernah ada konflik rasial ditemukan di sekolah hal ini sejalan dengan jargon Biak adalah tanah yang damai.

Baca Juga :  Sandar di Pelabuhan, KM Sinabung Tabrak KM Nusantara 63

Sekolah SD-SMP juga mewujudkan iklim iklusivitas atau siswa tidak dibedakan di sekolah, termasuk siswa penyandang disabilitas. Kemampuan literasi siswa SMP umum negeri swasta, lanjut dia, pada tahun 2023 ada kenaikan 7,64 poin.

“Ini dampak kerja sama dua lembaga nonpemerintah, yakni Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Rumsram,” katanya.(ANTARA)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

BIAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyebut angka partisipasi sekolah (APS) anak usia 7-15 tahun jenjang pendidikan SD-SMP tertinggi di Papua pada 2023 mencapai 100 persen atau 7.000 lebih kurang siswa telah sekolah.

“Dibanding APS Jayapura anak usia 7-15 tahun pada 2023 sebesar 95,95 persen dan Kota Jayapura 98,03 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin di Biak, Minggu.

Ia mengakui semua anak usia 7 tahun hingga 15 tahun di Biak Numfor telah menempuh pendidikan di sekolah dasar dan SMP. Kamaruddin mengakui dengan pencapaian APS Biak Numfor tertinggi berarti adanya kesadaran dari orang tua memberikan dukungan anak untuk bersekolah. Dia berharap tingkat APS usia anak 7-15 Biak Numfor pada 2024 terus dipertahankan karena menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan.

Baca Juga :  Biak Diusulkan Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi Papua 2024

Program lain pendidikan yang berhasil selama 2023, lanjut dia, kenaikan kemampuan numerasi atau kemampuan berhitung bagi anak-anak SD dan SMP. Kenaikan kemampuan numerasi bagi anak di Biak, lanjut dia, sebagai dampak kerja sama dengan lembaga pendidikan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya binaan Prof Yohanes Surya.

Sedangkan untuk program kemampuan literasi atau baca tulis siswa di SD negeri dan SD swasta, menurut Kamaruddin, selama 2023 juga mengalami kenaikan 10,66 poin dari sebelumnya dengan skor 41.

Bidang iklim keamanan sekolah, lanjut Kamaruddin, skor di atas 60 atau hijau di SD umum negeri dan swasta. Sedangkan bidang iklim kebhinekaan sekolah, lanjut dia, sangat kondusif tidak pernah ada konflik rasial ditemukan di sekolah hal ini sejalan dengan jargon Biak adalah tanah yang damai.

Baca Juga :  Dramatis! PSBS Tundukan Persewar

Sekolah SD-SMP juga mewujudkan iklim iklusivitas atau siswa tidak dibedakan di sekolah, termasuk siswa penyandang disabilitas. Kemampuan literasi siswa SMP umum negeri swasta, lanjut dia, pada tahun 2023 ada kenaikan 7,64 poin.

“Ini dampak kerja sama dua lembaga nonpemerintah, yakni Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Rumsram,” katanya.(ANTARA)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya