BIAK – Kabupaten Biak Numfor resmi menjadi titik awal sejarah baru sistem kesehatan sekolah di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara Jenewa Institute, UNICEF, dan Pemerintah Jepang. Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kini diarahkan menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Badan Gizi Nasional.
Dalam kegiatan yang digelar di KSL Grandballroom Biak pada Senin, (19/1), fokus utama bukan sekadar pembenahan administrasi, melainkan persiapan infrastruktur kesehatan sekolah untuk mengawal distribusi dan dampak nutrisi dari program nasional tersebut secara berkelanjutan.
Jika selama ini UKS sering dianggap sebagai ruang perawatan sederhana, melalui revitalisasi ini peran UKS/M di 27 sekolah sasaran akan bertransformasi menjadi pusat kendali gizi sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, menegaskan bahwa masuknya Program Makan Bergizi Gratis menuntut kesiapan sekolah dalam memantau kesehatan siswa secara intensif melalui tim pelaksana yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah.
Perwakilan UNICEF Papua, Wulan Nangley, mengungkapkan bahwa model integrasi antara revitalisasi UKS/M dan dukungan terhadap Program MBG di Biak ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang.
Sebagai program percontohan, UKS/M akan memegang peran krusial dalam melakukan skrining kesehatan berkala, memastikan higienitas, serta memberikan edukasi pola hidup sehat yang menyertai pemberian makanan bergizi.
Sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan hingga Kementerian Agama ini nantinya akan diformalkan melalui SK Bupati guna menjamin keberlanjutan sistem di lapangan.
BIAK – Kabupaten Biak Numfor resmi menjadi titik awal sejarah baru sistem kesehatan sekolah di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara Jenewa Institute, UNICEF, dan Pemerintah Jepang. Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kini diarahkan menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Badan Gizi Nasional.
Dalam kegiatan yang digelar di KSL Grandballroom Biak pada Senin, (19/1), fokus utama bukan sekadar pembenahan administrasi, melainkan persiapan infrastruktur kesehatan sekolah untuk mengawal distribusi dan dampak nutrisi dari program nasional tersebut secara berkelanjutan.
Jika selama ini UKS sering dianggap sebagai ruang perawatan sederhana, melalui revitalisasi ini peran UKS/M di 27 sekolah sasaran akan bertransformasi menjadi pusat kendali gizi sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, menegaskan bahwa masuknya Program Makan Bergizi Gratis menuntut kesiapan sekolah dalam memantau kesehatan siswa secara intensif melalui tim pelaksana yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah.
Perwakilan UNICEF Papua, Wulan Nangley, mengungkapkan bahwa model integrasi antara revitalisasi UKS/M dan dukungan terhadap Program MBG di Biak ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang.
Sebagai program percontohan, UKS/M akan memegang peran krusial dalam melakukan skrining kesehatan berkala, memastikan higienitas, serta memberikan edukasi pola hidup sehat yang menyertai pemberian makanan bergizi.
Sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan hingga Kementerian Agama ini nantinya akan diformalkan melalui SK Bupati guna menjamin keberlanjutan sistem di lapangan.