BIAK-Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra melakukan audensi ke Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Papua, Senin (30/03). Bupati yang didampingi Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen dan Kepala BPKAD Biak Numfor Gunadi, diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BI Papua, Warsono, di Lt. II Ruang Cartenz, KPWBI Papua.
Dalam audensi ini, Bupati meminta dukungan dari pihak BI untuk memperluas layanan digitalisasi di wilayah Kabupaten Biak Numfor. Selain itu, juga meminta dukungan dari pihak BI dalam hal pengelolaan Pasar Darfuar dengan cara digitalisasi, salah satunya untuk sektor pengelolaan retribusi.
“Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, tentunya layanan digitalisasi ini penting dan diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah. Oleh karena itu, di audensi ini kami meminta dukungan dari pihak BI Perwakilan Papua untuk memberikan dukungan,’ kata Bupati didampingi Kepala BPKAD Biak Numfor, Gunadi.
Dikatakan, pentingnya pengelolaan sumber-sumber PAD secara optimal salah satunya melalui cara digitalisasi karena ketergantunya APBD Biak Numfor pada PAD sangat besar, sementara kontribusi PAD masih sangat minim terhadap APBD, di tahun 2026 ditarget ±Rp35 miliar dari total APBD tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun.
Perluasan-perluasan layanan digitalisasi yang akan dilakukan di Biak Numfor diantaranya; Pasar Digital Darfuar, transaksi QRIS, pembayaran pajak (Samsat) dan PDAM berbasis QRIS yang dapat mendukung capaian Championship TP2DD; dan sejumlah lainnya. (ito/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
BIAK-Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra melakukan audensi ke Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Papua, Senin (30/03). Bupati yang didampingi Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen dan Kepala BPKAD Biak Numfor Gunadi, diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BI Papua, Warsono, di Lt. II Ruang Cartenz, KPWBI Papua.
Dalam audensi ini, Bupati meminta dukungan dari pihak BI untuk memperluas layanan digitalisasi di wilayah Kabupaten Biak Numfor. Selain itu, juga meminta dukungan dari pihak BI dalam hal pengelolaan Pasar Darfuar dengan cara digitalisasi, salah satunya untuk sektor pengelolaan retribusi.
“Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, tentunya layanan digitalisasi ini penting dan diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah. Oleh karena itu, di audensi ini kami meminta dukungan dari pihak BI Perwakilan Papua untuk memberikan dukungan,’ kata Bupati didampingi Kepala BPKAD Biak Numfor, Gunadi.
Dikatakan, pentingnya pengelolaan sumber-sumber PAD secara optimal salah satunya melalui cara digitalisasi karena ketergantunya APBD Biak Numfor pada PAD sangat besar, sementara kontribusi PAD masih sangat minim terhadap APBD, di tahun 2026 ditarget ±Rp35 miliar dari total APBD tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun.
Perluasan-perluasan layanan digitalisasi yang akan dilakukan di Biak Numfor diantaranya; Pasar Digital Darfuar, transaksi QRIS, pembayaran pajak (Samsat) dan PDAM berbasis QRIS yang dapat mendukung capaian Championship TP2DD; dan sejumlah lainnya. (ito/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q