Saturday, November 29, 2025
28.5 C
Jayapura

Mubes Adat Waropen Landasan Menata Diri Mulai dari Keret

WAROPEN – Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Waropen resmi dibuka pada Rabu (26/11). Dalam sambutannya, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, menekankan bahwa forum tertinggi ini merupakan momen krusial untuk menata kembali peran adat dalam pembangunan daerah, berlandaskan filosofi persatuan Waropen.

Bupati FX Mote menyambut hangat kehadiran berbagai tamu penting, mulai dari Perwakilan Menteri HAM RI Novie Soegiharti, S.Sos., M.Si, Direktur Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Aparatur Negara Kemenkumham RI, Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua, hingga rombongan Dewan Adat Papua, Anggota MRP, serta para profesor, doktor, dan intelektual—termasuk di antaranya putra-putri Waropen.

Pembukaan tersebut juga disaksikan oleh para Bupati Waropen dari periode pertama dan kedua, mantan dan Ketua DPRK Waropen saat ini, serta perwakilan masyarakat adat yang datang dari berbagai pelosok, mulai dari Pulau Nau hingga Walai, dan Kali Baru hingga Kamarsano.

Baca Juga :  Pemkab Sarmi Ultimatum Peternak Sebelum Razia Dimulai

Bupati Mote menegaskan bahwa terselenggaranya Mubes ini adalah berkat Rahmat dan Karunia Tuhan. Ia lantas menyoroti landasan filosofis dan budaya Mubes, yaitu “Ndi Sowosio Ndi Korako,” yang memiliki arti “kita bersatu kita kuat.”

“Kita ingin menata kembali peran adat dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Waropen. Mari tinggalkan perbedaan dan menyatukan persatuan demi negeri Seribu Bakau Waropen,” seru Bupati Mote.

WAROPEN – Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Adat Waropen resmi dibuka pada Rabu (26/11). Dalam sambutannya, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, menekankan bahwa forum tertinggi ini merupakan momen krusial untuk menata kembali peran adat dalam pembangunan daerah, berlandaskan filosofi persatuan Waropen.

Bupati FX Mote menyambut hangat kehadiran berbagai tamu penting, mulai dari Perwakilan Menteri HAM RI Novie Soegiharti, S.Sos., M.Si, Direktur Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Aparatur Negara Kemenkumham RI, Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua, hingga rombongan Dewan Adat Papua, Anggota MRP, serta para profesor, doktor, dan intelektual—termasuk di antaranya putra-putri Waropen.

Pembukaan tersebut juga disaksikan oleh para Bupati Waropen dari periode pertama dan kedua, mantan dan Ketua DPRK Waropen saat ini, serta perwakilan masyarakat adat yang datang dari berbagai pelosok, mulai dari Pulau Nau hingga Walai, dan Kali Baru hingga Kamarsano.

Baca Juga :  Kadinkes Senang Bupati Jayapura Kerja Sehari di Dinkes

Bupati Mote menegaskan bahwa terselenggaranya Mubes ini adalah berkat Rahmat dan Karunia Tuhan. Ia lantas menyoroti landasan filosofis dan budaya Mubes, yaitu “Ndi Sowosio Ndi Korako,” yang memiliki arti “kita bersatu kita kuat.”

“Kita ingin menata kembali peran adat dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Waropen. Mari tinggalkan perbedaan dan menyatukan persatuan demi negeri Seribu Bakau Waropen,” seru Bupati Mote.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya