Sunday, March 15, 2026
25.5 C
Jayapura

Gedung SD Mapia Rusak Berat, Dinas Dikbud Diharap Segera Memperbaiki

SUPIORI – Gedung SD Negeri Kecil Kampung Mapia, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori mengalami kerusakan berat sejak beberapa tahun lalu. Kerusakan itu terjadi pada dinding, lantai, jendela kaca, plafon dan atap sekolah yang bocor. Hingga kini kerusakan pada gedung sekolah tersebut belum di perbaiki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Supiori.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Kabupaten Supiori Yustinus Kiambo, S.Pd yang dikonfirmasi terkait sekolah tersebut mengatakan, akibat dari kerusakan tersebut beberapa ruang kelas tidak bisa difungsikan lagi sebagai ruang belajar anak-anak.

Akhirnya saat belajar pihaknya menggabungkan dua kelas dalam satu ruang kelas. Kelas satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam dalam satu- satu ruang kelas.

Baca Juga :  Animo Siswa Baru Anjlok 50%, Siap Berinovasi di Era Sekolah Gratis

Gedung sekolah yang saat ini digunakan, kata dia, salah satu sisi gedungnya agak miring, goyang sehingga pada saat belajar lalu angin meniup dengan kencang biasanya guru-guru mengkhiri kegiatan belajar mengajar memulangkan anak-anak karena takut gedung sekolahnya roboh dan menimpah anak-anak.

“WC guru tidak ada jadi kami pakai WC dari gedung perpustakaan, sedangkan WC murid tidak ada, gedung perpustakaan juga ada teman guru yang tinggal di dalam, jadi meskipun ada buku-buku tapi tidak di fungsikan,”ujarnya saat ditemui Cenderawasih Pos,Senin,(18/9).

Dirinya ia berharap segera memperbaiki beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan agar bisa difungsikan sebagai ruang belajar dan juga membangun WC guru dan murid dan rumah dinas guru bagi guru-guru. (ren)

Baca Juga :  Wabup Jayawijaya Teteskan Air Mata Lihat Kodisi Sekolah SD Negeri Abuneri

SUPIORI – Gedung SD Negeri Kecil Kampung Mapia, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori mengalami kerusakan berat sejak beberapa tahun lalu. Kerusakan itu terjadi pada dinding, lantai, jendela kaca, plafon dan atap sekolah yang bocor. Hingga kini kerusakan pada gedung sekolah tersebut belum di perbaiki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Supiori.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Kabupaten Supiori Yustinus Kiambo, S.Pd yang dikonfirmasi terkait sekolah tersebut mengatakan, akibat dari kerusakan tersebut beberapa ruang kelas tidak bisa difungsikan lagi sebagai ruang belajar anak-anak.

Akhirnya saat belajar pihaknya menggabungkan dua kelas dalam satu ruang kelas. Kelas satu dan dua, tiga dan empat, lima dan enam dalam satu- satu ruang kelas.

Baca Juga :  Polairud Waropen Evakuasi 9 Korban Boat Terbalik di Perairan Saireri

Gedung sekolah yang saat ini digunakan, kata dia, salah satu sisi gedungnya agak miring, goyang sehingga pada saat belajar lalu angin meniup dengan kencang biasanya guru-guru mengkhiri kegiatan belajar mengajar memulangkan anak-anak karena takut gedung sekolahnya roboh dan menimpah anak-anak.

“WC guru tidak ada jadi kami pakai WC dari gedung perpustakaan, sedangkan WC murid tidak ada, gedung perpustakaan juga ada teman guru yang tinggal di dalam, jadi meskipun ada buku-buku tapi tidak di fungsikan,”ujarnya saat ditemui Cenderawasih Pos,Senin,(18/9).

Dirinya ia berharap segera memperbaiki beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan agar bisa difungsikan sebagai ruang belajar dan juga membangun WC guru dan murid dan rumah dinas guru bagi guru-guru. (ren)

Baca Juga :  Presiden Prabowo Akan Renovasi 11.440 Sekolah dengan Anggaran Rp 16,9 T

Berita Terbaru

Artikel Lainnya