Thursday, January 8, 2026
29.8 C
Jayapura

Tergerak Karena Kondisi Bawah Laut Sedang Tidak Baik-baik Saja

Kiki Riski Amalia, Ketua Komunitas Satu Napas Biak, mengungkapkan bahwa kondisi bawah laut Biak saat ini sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem dan perubahan suhu membuat banyak karang mati secara menyeluruh, yang berdampak langsung pada berkurangnya populasi ikan.

“Visinya adalah silaturahmi sekaligus mengangkat pariwisata bawah laut Biak. Namun, kita melihat sendiri karang sudah banyak yang mati dan ikan mulai berkurang. Itulah alasan kuat mengapa kami melakukan transplantasi ini,” ungkap Kiki dengan nada serius.

Meski kolaborasi antar-komunitas sudah sering dilakukan, program transplantasi ini merupakan tonggak sejarah bagi Satu Napas Biak. Hebatnya, seluruh kegiatan ini dilakukan atas dasar swadaya anggota komunitas.

Dalam aksi kali ini, mereka menggunakan media Spider Web—kerangka besi berbentuk jaring laba-laba. Uniknya, besi-besi ini tidak dibiarkan polos. Para penyelam melapisi besi tersebut dengan resin dan pasir.

Baca Juga :  Jangan Ada Lagi Korban Tenggelam di Pantai!

“Lapisan resin dan pasir ini penting supaya besi tidak mudah mengalami korosi di air asin. Selain itu, tekstur pasir memudahkan bibit karang untuk melekat dan tumbuh lebih alami,” jelas Kiki.

Penyelaman Pertama: Tim melakukan proses “petik karang” (mengambil fragmen karang sehat yang patah secara alami) dan menentukan titik lokasi penempatan media tanam.
Penyelaman Kedua: Proses pengikatan fragmen karang ke struktur spider web yang telah diturunkan ke dasar laut.

Untuk tahap awal, sebanyak lima kerangka spider web telah berhasil diturunkan. Meski jumlahnya masih terbatas, Kiki dan kawan-kawan berharap ini adalah awal dari pemulihan yang lebih besar. Dukungan dari pemilik Hotel and Resort Nirmala Beach, Yulia Busli dan Ahmed, menjadi angin segar bagi keberlanjutan aksi ini.

Baca Juga :  Cegah Peredaran Ganja PNG dari Jalur Laut

“Harapan kami, apa yang kami tanam hari ini bisa berguna dan tumbuh dengan baik. Kedepannya, aksi ini tidak berhenti di sini; kami berencana akan menyebar ke titik-titik lain yang lebih luas di perairan Biak,” pungkas Kiki penuh harap. (*/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Kiki Riski Amalia, Ketua Komunitas Satu Napas Biak, mengungkapkan bahwa kondisi bawah laut Biak saat ini sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem dan perubahan suhu membuat banyak karang mati secara menyeluruh, yang berdampak langsung pada berkurangnya populasi ikan.

“Visinya adalah silaturahmi sekaligus mengangkat pariwisata bawah laut Biak. Namun, kita melihat sendiri karang sudah banyak yang mati dan ikan mulai berkurang. Itulah alasan kuat mengapa kami melakukan transplantasi ini,” ungkap Kiki dengan nada serius.

Meski kolaborasi antar-komunitas sudah sering dilakukan, program transplantasi ini merupakan tonggak sejarah bagi Satu Napas Biak. Hebatnya, seluruh kegiatan ini dilakukan atas dasar swadaya anggota komunitas.

Dalam aksi kali ini, mereka menggunakan media Spider Web—kerangka besi berbentuk jaring laba-laba. Uniknya, besi-besi ini tidak dibiarkan polos. Para penyelam melapisi besi tersebut dengan resin dan pasir.

Baca Juga :  Perusahaan Kayu Wajib Bangun Somel di Pantai Barat

“Lapisan resin dan pasir ini penting supaya besi tidak mudah mengalami korosi di air asin. Selain itu, tekstur pasir memudahkan bibit karang untuk melekat dan tumbuh lebih alami,” jelas Kiki.

Penyelaman Pertama: Tim melakukan proses “petik karang” (mengambil fragmen karang sehat yang patah secara alami) dan menentukan titik lokasi penempatan media tanam.
Penyelaman Kedua: Proses pengikatan fragmen karang ke struktur spider web yang telah diturunkan ke dasar laut.

Untuk tahap awal, sebanyak lima kerangka spider web telah berhasil diturunkan. Meski jumlahnya masih terbatas, Kiki dan kawan-kawan berharap ini adalah awal dari pemulihan yang lebih besar. Dukungan dari pemilik Hotel and Resort Nirmala Beach, Yulia Busli dan Ahmed, menjadi angin segar bagi keberlanjutan aksi ini.

Baca Juga :  Hasil Kuisioner Ternyata Banyak Remaja Pernah Nonton Konten Pornografi

“Harapan kami, apa yang kami tanam hari ini bisa berguna dan tumbuh dengan baik. Kedepannya, aksi ini tidak berhenti di sini; kami berencana akan menyebar ke titik-titik lain yang lebih luas di perairan Biak,” pungkas Kiki penuh harap. (*/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya