Tunjukan Tren Positif, MBG Tak Sekedar Program Makanan

Yang Terungkap Dari Rakor Lintas Sektoral Penyelengara Program MBG di Papua

Dalam rangka peningkatan penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua, United Nations International Children’s Fund (UNICEF) melalui Yayasan GAPAI Harapan Papua, melaksanakan Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Horison Hotel Kotaraja, pada Rabu (26/11).

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Rapat koordinasi ini dihadiri Staf ahli Gubernur Papua Bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya Mathias B. Mano, S.Par., M.Kp, Kepala UNICEF se-tanah Papua, Kabag TU BGN Papua, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pimpinan instansi terkait lainnya di lingkup pemerintah provinsi Papua.

Gubernur Papua yang diwakili oleh staf ahli bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya Mathias B. Mano, S.Par., M.Kp mengatakan MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Papua.

Baca Juga :  “Daripada Minta-minta, Lebih Baik Mendulang Untuk Bertahan di Usia Senja”

Sebagaimana diketahui, percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional dan juga menjadi fokus Pemerintah Provinsi Papua dalam mewujudkan Papua Sehat.
Ungkapnya berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Papua masih berkisar di angka 26,945 pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 28,546 pada tahun 2023. Angka ini menjadi pengingat bahwa kerja kita harus semakin serius, terarah dan kolaboratif.

“Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini sebagai program prioritas nasional Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan status gizi masyarakat, memperkuat ketahanan kesehatan ibu hamil dan balita, serta memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kuat, sehat dan cerdas,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasar Murah Digital, Bank Papua Ajak Masyarakat Gunakan Qris Disetiap Transaksi

Sebut Mathias program ini menyasar lebih dari 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik dari PAUD hingga SMA.

Yang Terungkap Dari Rakor Lintas Sektoral Penyelengara Program MBG di Papua

Dalam rangka peningkatan penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua, United Nations International Children’s Fund (UNICEF) melalui Yayasan GAPAI Harapan Papua, melaksanakan Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Horison Hotel Kotaraja, pada Rabu (26/11).

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Rapat koordinasi ini dihadiri Staf ahli Gubernur Papua Bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya Mathias B. Mano, S.Par., M.Kp, Kepala UNICEF se-tanah Papua, Kabag TU BGN Papua, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pimpinan instansi terkait lainnya di lingkup pemerintah provinsi Papua.

Gubernur Papua yang diwakili oleh staf ahli bidang pemberdayaan masyarakat dan budaya Mathias B. Mano, S.Par., M.Kp mengatakan MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Papua.

Baca Juga :  Butuh Keterlibatan Semua Pihak, Tapi Masyarakat Masih Cenderung Kurang Peduli

Sebagaimana diketahui, percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional dan juga menjadi fokus Pemerintah Provinsi Papua dalam mewujudkan Papua Sehat.
Ungkapnya berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Papua masih berkisar di angka 26,945 pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 28,546 pada tahun 2023. Angka ini menjadi pengingat bahwa kerja kita harus semakin serius, terarah dan kolaboratif.

“Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini sebagai program prioritas nasional Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan status gizi masyarakat, memperkuat ketahanan kesehatan ibu hamil dan balita, serta memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kuat, sehat dan cerdas,” jelasnya.

Baca Juga :  MBG Dihentikan saat Cuti Lebaran 18-24 Maret, BGN Siapkan Paket Bundling

Sebut Mathias program ini menyasar lebih dari 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik dari PAUD hingga SMA.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya