Karena itulah, masjid dijadikan pusat aktivitas. Dari sanalah anak-anak belajar bukan hanya tentang bacaan salat, tetapi juga tentang makna kebersamaan dan tanggung jawab memelihara rumah ibadah.
Di SMP Nurul Huda, tercatat 122 siswa dengan 14 guru yang membimbing. Gedung tiga lantai, enam ruang kelas, dan satu ruang komputer berdiri berdampingan dengan masjid menjadi saksi bagaimana pendidikan dan ibadah berjalan beriringan.
“Ramadan di sini (Masjid Jami) bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah denyut yang menghidupkan ruang-ruang sunyi, menyemai nilai di hati anak-anak, dan mengingatkan bahwa kemakmuran masjid bukan pada megahnya bangunan, melainkan pada suara doa yang tak pernah berhenti dilantunkan,” tutupnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Karena itulah, masjid dijadikan pusat aktivitas. Dari sanalah anak-anak belajar bukan hanya tentang bacaan salat, tetapi juga tentang makna kebersamaan dan tanggung jawab memelihara rumah ibadah.
Di SMP Nurul Huda, tercatat 122 siswa dengan 14 guru yang membimbing. Gedung tiga lantai, enam ruang kelas, dan satu ruang komputer berdiri berdampingan dengan masjid menjadi saksi bagaimana pendidikan dan ibadah berjalan beriringan.
“Ramadan di sini (Masjid Jami) bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah denyut yang menghidupkan ruang-ruang sunyi, menyemai nilai di hati anak-anak, dan mengingatkan bahwa kemakmuran masjid bukan pada megahnya bangunan, melainkan pada suara doa yang tak pernah berhenti dilantunkan,” tutupnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q