Perjuangan Muhammad Dava Nuri Saputra Melawan Penyakit Tumor
Setahun ini, Muhammad Dava Nuri Saputra, 20, berjuang melawan penyakit tumor yang dideritanya. Hampir tiap pekan, dia harus bolak balik kontrol periksa ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dia harus sabar menunggu jadwal operasi.
Laporan: Arif Mashudi
Dava-sapaan akrabnya tinggal di sebuah rumah sederhana di Gang Kiyai Mugi RT 9 RW IX, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Sekitar pukul 10.30, Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke rumahnya.Di ruang tamu berukuran berkisar 2 x 2 meter, Dava didampingi ibunya, Nur Halimah menceritakan tentang penyakit tumor yang dideritanya. Tumor itu tumbuh besar terlihat di belakang pinggang kanannya.
Setahun lalu, benjolan itu tidak sampai segenggam tangan. Kini, tumor itu sudah membesar hampir sebesar bola sepak. Tidak hanya berat yang dirasakan, tapi sakit dipikulnya selama ini. Dava yang memiliki tubuh tinggi, harus merasakan penderitakan penyakit tumor yang dideritanya.
”Awal tahu ada benjolan itu Februari 2025 mas. Saya pikir benjolan biasa. Saya periksa ke Puskesmas, terus dirujuk periksa ke RSUD Saleh (dr. Mohamad Saleh),” kata siswa lulusan SMK Taman Siswa Kota Probolinggo tahun 2025. Dava mengaku, dirinya ingin sembuh dan sehat kembali. Karena itu, saat dibawa periksa ke RSUD dr. Mohamad Saleh, tidak disampaikan vonis penyakit apa.
Hanya disebutkan, ada tulang rusuk bagian bawah yang hancur. Saat itu dia difoto rontgen, CT Scan. Kemudian, dia dirujuk periksa ke RSUD dr. Setomo Surabaya. ”Saya disuruh periksa ke RSUD Soetomo Surabaya yang alatnya lebih lengkap. Karena ingin sembuh, ya periksa mas ke Surabaya,” ujarnya.
Perjuangan Muhammad Dava Nuri Saputra Melawan Penyakit Tumor
Setahun ini, Muhammad Dava Nuri Saputra, 20, berjuang melawan penyakit tumor yang dideritanya. Hampir tiap pekan, dia harus bolak balik kontrol periksa ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dia harus sabar menunggu jadwal operasi.
Laporan: Arif Mashudi
Dava-sapaan akrabnya tinggal di sebuah rumah sederhana di Gang Kiyai Mugi RT 9 RW IX, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Sekitar pukul 10.30, Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke rumahnya.Di ruang tamu berukuran berkisar 2 x 2 meter, Dava didampingi ibunya, Nur Halimah menceritakan tentang penyakit tumor yang dideritanya. Tumor itu tumbuh besar terlihat di belakang pinggang kanannya.
Setahun lalu, benjolan itu tidak sampai segenggam tangan. Kini, tumor itu sudah membesar hampir sebesar bola sepak. Tidak hanya berat yang dirasakan, tapi sakit dipikulnya selama ini. Dava yang memiliki tubuh tinggi, harus merasakan penderitakan penyakit tumor yang dideritanya.
”Awal tahu ada benjolan itu Februari 2025 mas. Saya pikir benjolan biasa. Saya periksa ke Puskesmas, terus dirujuk periksa ke RSUD Saleh (dr. Mohamad Saleh),” kata siswa lulusan SMK Taman Siswa Kota Probolinggo tahun 2025. Dava mengaku, dirinya ingin sembuh dan sehat kembali. Karena itu, saat dibawa periksa ke RSUD dr. Mohamad Saleh, tidak disampaikan vonis penyakit apa.
Hanya disebutkan, ada tulang rusuk bagian bawah yang hancur. Saat itu dia difoto rontgen, CT Scan. Kemudian, dia dirujuk periksa ke RSUD dr. Setomo Surabaya. ”Saya disuruh periksa ke RSUD Soetomo Surabaya yang alatnya lebih lengkap. Karena ingin sembuh, ya periksa mas ke Surabaya,” ujarnya.