Sunday, February 8, 2026
25.8 C
Jayapura

Masak Nasi Pakai Air Asin,Terus Berdoa Agar Ditemukan

Awalnya pria berusia 66 tahun ini berfikir tidak akan selama itu (45 hari) dan ia berharap bisa segera mendapat pertolongan dari kapal atau perahu yang melintas di laut. Namun harapanya ini dari hari ke hari pupus. Ia harus terseret ribuan mile dari titik awal. Titik awalnya sendiri berasal dari perairan Sulawesi Utara dan akhirnya ia terdampar di Perairan Jayapura atau hampir mendekati negara tetangga, PNG.

“Tali putus karena ombak kuat, harus kuat (angin kencang). Kami takut rakitnya terbalik, jadi kami langsung potong tali pengikatnya,” tutur Karles Rompas saat ditemui di Belakang Stadion Mandala Dok V, Jayapura Utara, Rabu ( 17/12). Karles bisa ada disini usai ditemukan dan diselamatkan nelayan Jayapura bernama Buheri dan beberapa rekannya.

Karles menceritakan selama terombang ambing di rumpon ia hanya bisa sesekali mendayung dan pasrah, berharap ada kapal yang menolong. Untungnya rumpon yang ditumpangi ini memiliki pondok meski sangat kecil. Pondok ini terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar 1 x 2 meter. Sedangkan luas rumpon sekitar 2 x 3 meter sehingga bisa dibayangkan kecilnya tempat yang digunakan oleh Karles.

Baca Juga :  Sampaikan Masalah Usaha, Anak Masih Menganggur, hingga Bocah Minta Sepeda

Di pondok itu Karles hanya bisa masuk lalu rebahan sebab kebanyakan pondok hanya difungsikan untuk beristirahat dan tak bisa melakukan aktifitas lain. Dari video yang diterima Cenderawasih Pos terlihat jika rumpon ini benar terombang ambing dihantam ombak yang cukup tinggi. Jika bukan seorang nelayan tentunya sudah pusing tujuh keliling dihantam ombak kesana kemari.

Karles menceritakan bahwa selama 45 hari dihantam ombak ia bersyukur bisa ditemukan dan selamat. Ini juga tak lepas dari stok bahan makanan yang memang disediakan sebelum berangkat. Ada beras yang dibekali perusahaan. Namun ia harus memasak menggunakan air asin. “Ya kalau hujan langsung saya tampung tapi jika tidak maka saya harus endapkan air laut ini cukup lama agar kandungan garamnya hilang. Kalau sudah terasa tidak terlalu asing barulah saya pakai untuk masak dan minum,” ceritanya.

Baca Juga :  Polres Jayawijaya Berikan Imunisasi Campak 

Selain itu untungnya di rumponnya ini ada ikan sehingga ikan-ikan trsebut diolah untuk lauk. “Saya hanya pasrah dan terus berdoa, berdoa bisa segera ditemukan,” tambahnya dengan dialeg Manadonya. Karles ditemukan nelayan Jayapura di perairan utara Jayapura, Senin pagi (15/12) sekitar pukul 06.00 WIT.

“Selama di laut saya hanya pasrah dan terus berdoa serta tidak panik. Puji Tuhan, pak Buhari dan beberapa nelayan Jayapura melihat pondok saya di tengah laut, lalu menolong dan membawa saya ke Jayapura,” jelasnya. Setelah tiba di Jayapura, Karles kini dirawat oleh keluarga Buhari. Dan untungnya selama terombang-ambing, Karles masih menyimpan Hp jadulnya sehingga saat ini ia sudah terhubung dengan perusahaan yang mempekerjakannya.

Awalnya pria berusia 66 tahun ini berfikir tidak akan selama itu (45 hari) dan ia berharap bisa segera mendapat pertolongan dari kapal atau perahu yang melintas di laut. Namun harapanya ini dari hari ke hari pupus. Ia harus terseret ribuan mile dari titik awal. Titik awalnya sendiri berasal dari perairan Sulawesi Utara dan akhirnya ia terdampar di Perairan Jayapura atau hampir mendekati negara tetangga, PNG.

“Tali putus karena ombak kuat, harus kuat (angin kencang). Kami takut rakitnya terbalik, jadi kami langsung potong tali pengikatnya,” tutur Karles Rompas saat ditemui di Belakang Stadion Mandala Dok V, Jayapura Utara, Rabu ( 17/12). Karles bisa ada disini usai ditemukan dan diselamatkan nelayan Jayapura bernama Buheri dan beberapa rekannya.

Karles menceritakan selama terombang ambing di rumpon ia hanya bisa sesekali mendayung dan pasrah, berharap ada kapal yang menolong. Untungnya rumpon yang ditumpangi ini memiliki pondok meski sangat kecil. Pondok ini terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar 1 x 2 meter. Sedangkan luas rumpon sekitar 2 x 3 meter sehingga bisa dibayangkan kecilnya tempat yang digunakan oleh Karles.

Baca Juga :  Sampaikan Masalah Usaha, Anak Masih Menganggur, hingga Bocah Minta Sepeda

Di pondok itu Karles hanya bisa masuk lalu rebahan sebab kebanyakan pondok hanya difungsikan untuk beristirahat dan tak bisa melakukan aktifitas lain. Dari video yang diterima Cenderawasih Pos terlihat jika rumpon ini benar terombang ambing dihantam ombak yang cukup tinggi. Jika bukan seorang nelayan tentunya sudah pusing tujuh keliling dihantam ombak kesana kemari.

Karles menceritakan bahwa selama 45 hari dihantam ombak ia bersyukur bisa ditemukan dan selamat. Ini juga tak lepas dari stok bahan makanan yang memang disediakan sebelum berangkat. Ada beras yang dibekali perusahaan. Namun ia harus memasak menggunakan air asin. “Ya kalau hujan langsung saya tampung tapi jika tidak maka saya harus endapkan air laut ini cukup lama agar kandungan garamnya hilang. Kalau sudah terasa tidak terlalu asing barulah saya pakai untuk masak dan minum,” ceritanya.

Baca Juga :  Ikan dan Cumi-cumi yang Banyak Diburu, Tak Dapat Ikan Tetap Puas

Selain itu untungnya di rumponnya ini ada ikan sehingga ikan-ikan trsebut diolah untuk lauk. “Saya hanya pasrah dan terus berdoa, berdoa bisa segera ditemukan,” tambahnya dengan dialeg Manadonya. Karles ditemukan nelayan Jayapura di perairan utara Jayapura, Senin pagi (15/12) sekitar pukul 06.00 WIT.

“Selama di laut saya hanya pasrah dan terus berdoa serta tidak panik. Puji Tuhan, pak Buhari dan beberapa nelayan Jayapura melihat pondok saya di tengah laut, lalu menolong dan membawa saya ke Jayapura,” jelasnya. Setelah tiba di Jayapura, Karles kini dirawat oleh keluarga Buhari. Dan untungnya selama terombang-ambing, Karles masih menyimpan Hp jadulnya sehingga saat ini ia sudah terhubung dengan perusahaan yang mempekerjakannya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya