Saturday, April 5, 2025
24.7 C
Jayapura

Solusi Efektif Pembelajaran di Tengah Kekayaan Budaya dan Tantangan Geografis

  Menurutnya, Papua, dengan kekayaan budaya dan tantangan geografisnya, memerlukan pendekatan pembelajaran yang unik dan relevan. “Saya percaya bahwa Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) adalah dua model yang dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan kritis dan kreatif. Dengan merujuk pada konteks lokal, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna.” bebernya.

  Buku ini, lanjut Indah, tidak hanya ditujukan untuk para pendidik, tetapi juga untuk semua pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di Papua. “Saya berharap melalui buku ini, kita semua dapat bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberdayakan generasi muda,” ujar lulusan S3 (Doktor) Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.

    Buku “Inovasi PBL dan PJBL (Berbasis Kontekstual Papua)” ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang relevan dan efektif di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang, khususnya di tanah Papua.

   Dimana pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks Papua, tantangan geografis dan budaya yang beragam menjadi latar belakang untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual.

Baca Juga :  Sosialisasi ke Masyarakat, Siapkan Jalur Evakuasi untuk Minimalisir Korban

   Melalui Project- Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), buku ini menawarkan wawasan serta strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa.

  “Kami berharap, buku ini tidak hanya menjadi referensi bagi para pendidik, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan di Papua. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Diharapkan siswa dapat lebih terlibat, termotivasi dan siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.” tuturnya.

  Dalam buku yang diterbitkan oleh CV Pajang Putra Wijaya ini, penulis menguraikan terkait inovasi pendidikan Papua, bagaimana memahami PjBL dan PBL dalam Konteks Pendidikan Papua. Dalam buku ini juga ada penerapan PjBL dan PBL di Papua yang disertai dengan studi kasus dan contoh nyata.

  Buku ini juga mengungkap menyangkut tantangan dan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan Papua ke depan, dengan Inovasi PBL dan PjBL sebagai solusinya. “Inovasi dalam pendidikan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi  proses pembelajaran , terutama dalam konteks Papua yang memiliki karakteristik dan tantangan unik,” ungkap Indah.

Baca Juga :  Sempat Dijuluki Kandang Hewan, Tapi Kini Jadi Primadona 

  Sebab, infrastruktur pendidikan di Papua masih kurang memadai dan akses masih terbatas. Untuk itu, butuh pendekatan yang lebih konstekstual dan relevan. Dan buku inovasi PjBL dan PBL ini memberikan panduan tentang penerapan PBL dan PjBL, serta menyoroti potensi lokal dan strategi yang efektif untuk meningkatkan pendidikan di Papua.

   “Buku ini kami tujukan  untuk pendidik, pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya yang ingin memahami dan menerapkan model pembelajaran inovatif dalam konteks Papua,” pungkas Dr Indah yang menambahkan, bagi yang berminat terkait buku ini bisa menghubunginya di Prodi Pendidikan Fisika FKIP Uncen. (*)

  Penulis buku Inovasi PBL (Program Based  Learning) dan Project Based Learning (PjBL)  Berbasis Kontekstual Papua Dr. Indah S Budiarti, MPd.,  Dr. Yan Dirk Wabiser, MHum (Dekan FKIP Uncen) dan Dr Aleda Mawene, MPd., di sela acara  Dies Natalis ke-62 Uncen, Senin (11/11).  (Foto/Istimewa)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

  Menurutnya, Papua, dengan kekayaan budaya dan tantangan geografisnya, memerlukan pendekatan pembelajaran yang unik dan relevan. “Saya percaya bahwa Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL) adalah dua model yang dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan kritis dan kreatif. Dengan merujuk pada konteks lokal, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna.” bebernya.

  Buku ini, lanjut Indah, tidak hanya ditujukan untuk para pendidik, tetapi juga untuk semua pihak yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di Papua. “Saya berharap melalui buku ini, kita semua dapat bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memberdayakan generasi muda,” ujar lulusan S3 (Doktor) Pendidikan IPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.

    Buku “Inovasi PBL dan PJBL (Berbasis Kontekstual Papua)” ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang relevan dan efektif di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang, khususnya di tanah Papua.

   Dimana pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks Papua, tantangan geografis dan budaya yang beragam menjadi latar belakang untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual.

Baca Juga :  Pasca DOB, Pencari Kerja Masih Tinggi

   Melalui Project- Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), buku ini menawarkan wawasan serta strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa.

  “Kami berharap, buku ini tidak hanya menjadi referensi bagi para pendidik, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia pendidikan di Papua. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Diharapkan siswa dapat lebih terlibat, termotivasi dan siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.” tuturnya.

  Dalam buku yang diterbitkan oleh CV Pajang Putra Wijaya ini, penulis menguraikan terkait inovasi pendidikan Papua, bagaimana memahami PjBL dan PBL dalam Konteks Pendidikan Papua. Dalam buku ini juga ada penerapan PjBL dan PBL di Papua yang disertai dengan studi kasus dan contoh nyata.

  Buku ini juga mengungkap menyangkut tantangan dan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan Papua ke depan, dengan Inovasi PBL dan PjBL sebagai solusinya. “Inovasi dalam pendidikan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi  proses pembelajaran , terutama dalam konteks Papua yang memiliki karakteristik dan tantangan unik,” ungkap Indah.

Baca Juga :  Sebagai Alumni, Perjalanan Karir BTM Tidak Terlepas Dukungan Muhammadiyah

  Sebab, infrastruktur pendidikan di Papua masih kurang memadai dan akses masih terbatas. Untuk itu, butuh pendekatan yang lebih konstekstual dan relevan. Dan buku inovasi PjBL dan PBL ini memberikan panduan tentang penerapan PBL dan PjBL, serta menyoroti potensi lokal dan strategi yang efektif untuk meningkatkan pendidikan di Papua.

   “Buku ini kami tujukan  untuk pendidik, pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya yang ingin memahami dan menerapkan model pembelajaran inovatif dalam konteks Papua,” pungkas Dr Indah yang menambahkan, bagi yang berminat terkait buku ini bisa menghubunginya di Prodi Pendidikan Fisika FKIP Uncen. (*)

  Penulis buku Inovasi PBL (Program Based  Learning) dan Project Based Learning (PjBL)  Berbasis Kontekstual Papua Dr. Indah S Budiarti, MPd.,  Dr. Yan Dirk Wabiser, MHum (Dekan FKIP Uncen) dan Dr Aleda Mawene, MPd., di sela acara  Dies Natalis ke-62 Uncen, Senin (11/11).  (Foto/Istimewa)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya