Friday, February 20, 2026
26.9 C
Jayapura

Di Nduga Menangis Sambil Robek Baju, Tempuh 13 Jam Jalan Kaki ke Omon

Tak hanya itu, Kampung Omondi Gresi Selatan Kabupaten Jayapura belum lama ini sedang ramai dibicarakan ternyata komunitas ini yang lebih dulu masuk hingga akhirnya viral. “Untuk Omon sudah kami ketahui sejak 2021 dan awal tahun 2024 barulah kami masuk dan ketika itu kami bingung. Ini pengurus pemerintahan kampungnya siapa, orangnya mana dan memang tidak ada pembangunan. Pertama kami di Kampung Banga setelah itu masuk ke dalam (Omon),” bebernya.

Untuk penyakitnya kebanyakan ditemukan penyakit malaria dan ISPA namun ada 3 anak yang diduga stunting. “Kendala omon adalah administrasi kependudukan dan disana hanya ada gereja yang menjadi fasilitas umum. Kami yang masuk pertama kemudian membuat laporan tentang kondisinya hingga akhirnya viral. Kami berharap setelah bupati masuk ada kebijakan yang memang membantu masyarakat disana,” harapnya. “Saat pertama kami masuk itu jam 3 sore dan tembus jam 1 dini hari,” ucap Rafael.

Baca Juga :  Sejumput Es Campur di Rotterdam dan seperti Berada di Bandung Lagi

Untuk penanganan pasien dan temuan penyakit dikatakan tim atau komunitasnya juga membawa mikroskop untuk mengecek hasil. Paling minim dilakukan lewat tes rapid. “Kalau ada temuan yang memang harus dirujuk biasa kami memberi saran namun sebelumnya penanganan awal lebih dulu dilakukan,” papar Rafael.

Iapun menginformasikan bahwa untuk menggunakan jasa pelayanan medis mereka maka cukup bersurat agar disiapkan tim dan kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan. “Bersurat saja, kami dengan senang hati akan membantu,” tutup Rafael. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Tak hanya itu, Kampung Omondi Gresi Selatan Kabupaten Jayapura belum lama ini sedang ramai dibicarakan ternyata komunitas ini yang lebih dulu masuk hingga akhirnya viral. “Untuk Omon sudah kami ketahui sejak 2021 dan awal tahun 2024 barulah kami masuk dan ketika itu kami bingung. Ini pengurus pemerintahan kampungnya siapa, orangnya mana dan memang tidak ada pembangunan. Pertama kami di Kampung Banga setelah itu masuk ke dalam (Omon),” bebernya.

Untuk penyakitnya kebanyakan ditemukan penyakit malaria dan ISPA namun ada 3 anak yang diduga stunting. “Kendala omon adalah administrasi kependudukan dan disana hanya ada gereja yang menjadi fasilitas umum. Kami yang masuk pertama kemudian membuat laporan tentang kondisinya hingga akhirnya viral. Kami berharap setelah bupati masuk ada kebijakan yang memang membantu masyarakat disana,” harapnya. “Saat pertama kami masuk itu jam 3 sore dan tembus jam 1 dini hari,” ucap Rafael.

Baca Juga :  Dianggap Kampungan, Pengguna Jalan Malah Jadi Sasaran Petasan

Untuk penanganan pasien dan temuan penyakit dikatakan tim atau komunitasnya juga membawa mikroskop untuk mengecek hasil. Paling minim dilakukan lewat tes rapid. “Kalau ada temuan yang memang harus dirujuk biasa kami memberi saran namun sebelumnya penanganan awal lebih dulu dilakukan,” papar Rafael.

Iapun menginformasikan bahwa untuk menggunakan jasa pelayanan medis mereka maka cukup bersurat agar disiapkan tim dan kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan. “Bersurat saja, kami dengan senang hati akan membantu,” tutup Rafael. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya